Peringatan Kudatuli di Blitar Jadi Pendidikan Politik bagi Kader Muda
Blitar — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli pada Minggu malam, 26 Juli 2026, di Kantor DPC. Acara ini dimanfaatkan sebagai pendidikan politik untuk kader muda di tengah proses musyawarah ranting (Musran), dengan tujuan menanamkan pemahaman sejarah dan keteguhan ideologi.
Peringatan dan rangkaian kegiatan
Peringatan berlangsung di kantor DPC dan dihadiri pengurus partai, perwakilan PAC, kader senior, serta politisi PDIP yang menjabat Bupati Blitar, Rijanto. Kegiatan dimulai dengan doa bersama, kemudian sarasehan, pemutaran dokumentasi Peristiwa Kudatuli, dan renungan malam sebagai penghormatan terhadap para pendahulu.
Regenerasi dan penguatan pemahaman sejarah
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menekankan bahwa proses regenerasi kepengurusan harus disertai penguatan pemahaman sejarah partai. Menurutnya, kader baru perlu mengetahui perjalanan panjang yang membuat partai bertahan di tengah tekanan politik masa lalu.
"Regenerasi tidak cukup hanya menghadirkan wajah-wajah baru dalam struktur organisasi. Kader juga harus memahami sejarah perjuangan partai sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan cita-cita perjuangan tersebut," kata Guntur.
Guntur menambahkan, DPC mendorong keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan ranting. Namun, peningkatan jumlah kader muda harus diimbangi pembentukan karakter dan komitmen ideologis agar arah perjuangan tetap terjaga.
Pesan Bupati dan harapan ke depan
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengajak seluruh kader menjadikan peringatan Kudatuli sebagai momentum evaluasi komitmen menjalankan garis perjuangan partai. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama setiap kader.
Melalui peringatan ini, DPC berharap regenerasi tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan kader yang memahami sejarah organisasi, memiliki integritas, dan mampu meneruskan perjuangan politik dengan mengutamakan kepentingan rakyat.
Catatan: Peringatan sejarah seperti ini dianggap penting dalam proses transfer nilai antar generasi untuk menjaga kontinuitas ideologi dan arah politik partai.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Refleksi 30 Tahun Kudatuli: Mimbar PDI Perjuangan Jember Jadi Ruang Aspirasi
DPC PDI Perjuangan Jember menggelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli pada 26 Juli 2026; acara jadi ruang kenangan...
PDI Perjuangan Madiun Resapi 30 Tahun Kudatuli: Demokrasi Harus Dijaga
PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar refleksi 30 tahun Kudatuli pada 26 Juli 2026 untuk mengingat perjuangan...
PDI Perjuangan Madiun Peringati Kudatuli: Pesan Jaga Demokrasi
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menggelar renungan Kudatuli pada 26 Juli 2026, mengingat pengorbanan kad...
Kudatuli 1996: Kekerasan Politik yang Belum Tuntas
Kudatuli 1996: serbuan ke kantor PDI pada 27 Juli meninggalkan korban dan luka politik yang belum terselesai...
30 Tahun Tragedi Kudatuli: Kader PDIP Trenggalek Kenang Perjuangan
Kader PDIP Trenggalek memperingati 30 Tahun Tragedi Kudatuli, mengenang intimidasi, bentrokan, dan pengorban...
PDI Perjuangan Tulungagung Peringati Kudatuli, Tegaskan 'Jas Merah'
DPC PDI Perjuangan Tulungagung memperingati Kudatuli (26/7/2026) dengan tema "Jas Merah untuk Demokrasi" seb...