Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan 1 Abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur. Acara bertajuk "Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor" ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan pendidikan dan diplomasi.
Suasana sambutan santri
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan santri telah berkumpul menyambut kedatangan Presiden. Santri laki-laki berdiri sepanjang jalan dari gerbang hingga aula, membawa bendera Merah Putih kecil sebagai tanda penghormatan.
Di dalam aula, santri putra dan putri duduk terpisah sesuai tata tempat duduk yang diatur panitia. Santri perempuan kompak mengenakan jilbab cokelat, sedangkan santri laki-laki memakai peci hitam.
Kehadiran tamu undangan dan duta besar
Pihak panitia memperkirakan sebanyak 8.776 tamu undangan hadir, termasuk santri, keluarga, dan perwakilan pemerintahan daerah. Selain itu, acara ini juga dihadiri delegasi internasional yang memperkuat dimensi diplomasi pendidikan dari peringatan tersebut.
Hadir sekitar 15 duta besar dan perwakilan diplomatik. Delegasi yang disebut hadir antara lain:
- Mesir
- Kuwait
- Palestina
- Arab Saudi
- Malaysia
- Wakil Grand Syekh Al-Azhar
- Qatar
- Turki
- Sudan
- Oman
- Yaman
- Suriah
- Perwakilan dari Yordania dan Jepang
Persiapan panitia dan harapan
Panitia terus mematangkan susunan acara agar resepsi berjalan lancar. Pengisi acara dan petugas teknis terlihat sibuk melakukan pengecekan terakhir terhadap panggung dan tata suara.
Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, menyatakan harapannya terkait kunjungan tamu internasional. Ia menilai momentum ini penting untuk memperkuat hubungan antarnegara serta diplomasi pendidikan.
"Semoga momen ini semakin mempererat tali silaturahim. Memperat ukhuwah Islamiyah, serta diplomasi pendidikan di kancah internasional," kata Prof Hamid.
Acara peringatan 1 abad Gontor bukan hanya perayaan internal pesantren. Kehadiran kepala negara dan delegasi asing menegaskan peran lembaga itu dalam jaringan pendidikan Islam internasional serta diplomasi lunak Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkop Gandeng Muhammadiyah Perkuat Koperasi Berbasis Masjid
Kemenkop bekerja sama dengan Muhammadiyah untuk kembangkan koperasi berbasis masjid, memperluas akses pembia...
5 Peristiwa Penting yang Terjadi pada 19 September
19 September menyimpan peristiwa penting: Tunjungan, Rapat Ikada, Aortic Dissection Awareness Day, kemerdeka...
MenPPPA Kecam Kekerasan di Ruang Publik, Minta Perlindungan Terpadu
MenPPPA Arifah Fauzi mengecam kekerasan di food court Jakarta, mendorong perlindungan korban, SOP keamanan,...
Menko Polkam: Penanganan Karhutla Sumsel Harus Lebih Terukur
Menko Polkam minta penanganan karhutla Sumsel terukur: fokus wilayah prioritas, 50 tersangka diproses, dan p...
Kekerasan Digital terhadap Anak di Ruang Siber Masih Didominasi Seksual
Kekerasan digital pada anak masih didominasi kekerasan seksual; diperlukan kolaborasi keluarga, platform, da...
KPAI: Kekerasan Digital Ancaman Serius bagi Keselamatan Anak
KPAI peringatkan kekerasan digital mengancam keselamatan anak; minta regulasi, pengawasan platform, dan lite...