Trenggalek Sahkan Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Trenggalek — DPRD Kabupaten Trenggalek bersama pemerintah daerah resmi mengesahkan Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Jumat, 18 September 2026. Peraturan daerah ini menjadi landasan bagi Pemkab untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk menjangkau pekerja sektor informal seperti pedagang kecil dan nelayan.
Perda Disahkan sebagai Dasar Kebijakan
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan perda tersebut disahkan berbarengan dengan sejumlah perda lain setelah melalui pembahasan yang panjang. Menurutnya, regulasi ini menunjukkan komitmen daerah terhadap perlindungan sosial bagi warga.
"Sudah disahkan berbarengan dengan perda-perda lain. Ini juga sebagai bukti bahwasanya kami juga peduli dengan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi warga Trenggalek," kata Doding, Jumat (18/9/2026).
Cakupan dan Kelompok Prioritas
Perda memberi pijakan hukum bagi pemerintah daerah saat merumuskan kebijakan pembiayaan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Regulasi itu memungkinkan pendanaan bagi kelompok prioritas sesuai kemampuan anggaran daerah.
Doding menekankan bahwa perlindungan tidak hanya untuk pekerja formal. Kelompok informal seperti pedagang kecil dan nelayan masuk dalam perhatian, karena mereka menghadapi risiko kerja yang sama.
"Dan perlindungan tidak hanya pada sektor formal seperti pekerja di kantor. Tetapi juga sektor lain. Seperti pedagang kecil, nelayan, maupun kelompok pekerja lainnya sesuai dengan prioritas kebijakan daerah," jelasnya.
Implementasi dan Tantangan Teknis
Penerapan perda ini memerlukan penyesuaian teknis. Pemerintah daerah harus menentukan besaran penerima manfaat, sektor prioritas, dan mekanisme penetapan penerima bantuan.
Menurut Doding, eksekutif tidak akan kesulitan menunjukkan perhatian melalui pembiayaan, namun perlu perencanaan jelas agar alokasi anggaran tepat sasaran.
"Teknisnya, nanti eksekutif tak kesulitan jika menunjukkan perhatiannya dengan membiayai warga agar jaminan sosialnya terlindungi," ujar Doding.
Manfaat bagi Pekerja dan Keluarga
Perda diharapkan memberi perlindungan nyata saat risiko kecelakaan kerja terjadi, sehingga pekerja dan keluarganya mendapat bantuan. Doding memberi contoh, pemberian bantuan agar pedagang kecil dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan harus didukung regulasi yang jelas.
Ke depan, pemerintah daerah akan menetapkan prioritas penerima manfaat berdasarkan kebijakan dan kemampuan anggaran. Tujuannya agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan landasan bagi Trenggalek untuk memperluas akses perlindungan ketenagakerjaan sesuai prioritas daerah, sekaligus mengarahkan langkah implementasi ke program yang bermanfaat bagi pekerja.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...