Lokal

Zainuddin Pimpin Perbati Sumut 2026–2030, SK Segera Diurus ke PB

Bagikan:
Kepengurusan Perbati Sumut 2026-2030 dipimpin Zainuddin Lubis di Medan

Medan — Kepengurusan baru Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) Sumatera Utara periode 2026–2030 resmi terbentuk pada Senin, 17 Agustus. Zainuddin Lubis ditetapkan sebagai ketua, dibantu Benget Simorangkir sebagai sekretaris dan Muhammad Edison Ginting sebagai bendahara. Pembentukan pengurus ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Susunan pengurus dan momen HUT RI

Rapat pembentukan pengurus berlangsung di Kota Medan dan dihadiri tokoh-tokoh lama serta legenda tinju Sumut. Para peserta menyepakati susunan pengurus yang akan memimpin organisasi olahraga tinju provinsi itu selama empat tahun ke depan.

Keputusan ini diambil dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai elemen tinju di daerah. Hadir pula pemegang mandat kepengurusan, Bahrumsyah, yang mendukung terbentuknya kepengurusan baru.

Dukungan legenda dan kunjungan silaturahmi

Dalam proses pembentukan, Zainuddin dan tim melakukan kunjungan ke sejumlah legenda tinju Sumut, termasuk Syamsul Anwar Harahap, Erwinsyah, dan Ucok Tanamal. Pertemuan berlangsung di rumah mantan petinju Benget Simorangkir di kawasan Pinang Baris, Medan.

Silaturahmi ini bertujuan meminta restu dan masukan dari senior. Salah satu legenda, Erwinsyah, mengaku tersentuh mendengar visi Zainuddin yang menaruh perhatian pada kesejahteraan atlet.

"Olahraga tinju ini untuk anak-anak miskin. Karena hanya anak-anak miskin yang suka berantam. Ketika ada orang yang mau memperhatikan atlet-atlet tinju ini, saya sangat terharu,"

Visi kepemimpinan: prestasi dan kesejahteraan

Zainuddin menegaskan ukuran keberhasilan kepemimpinannya adalah prestasi dan prestise yang diraih para atlet. Ia meminta dukungan senior untuk mengingatkan dan memberi masukan selama dalam koridor kebaikan.

"Insyaallah kalau kita semuanya sudah sepakat dan sepaket, saya siap untuk memajukan Perbati Sumut. Bagi saya tolak ukur keberhasilan memimpin Perbati adalah prestasi dan prestise yang nantinya mampu ditorehkan para atlet kita,"

Ia juga menyatakan bahwa pilihan orang-orang dalam kepengurusan telah mempertimbangkan kapasitas masing-masing.

Langkah administratif dan agenda ke depan

Pemegang mandat, Bahrumsyah, menegaskan bahwa organisasi olahraga harus dipisahkan dari urusan politik praktis. Politik menurutnya hanya dipakai sebagai strategi untuk menaikkan prestasi di atas ring.

"Artinya politik itu dalam tinju cuma taktik dan strategi kita untuk mengalahkan lawan di atas ring, bukan mencampuradukkan antara organisasi ini ke urusan-urusan politik,"

Bahrumsyah juga menyatakan akan segera berangkat ke Jakarta untuk mengurus dan menjemput surat keputusan (SK) dari Pengurus Besar Perbati. Pernyataan itu disambut tepuk tangan dan semangat hadirin.

Ke depan, Perbati Sumut berkomitmen aktif mengikuti berbagai event dan kejuaraan tinju di level daerah, nasional, bahkan internasional. Fokusnya adalah meningkatkan prestasi serta mensejahterakan atlet tinju di provinsi ini.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait