Gaikindo Apresiasi Peran Pemerintah dalam Industri Otomotif
JAKARTA — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberi apresiasi atas peran pemerintah dalam mendorong perkembangan industri otomotif nasional. Pernyataan itu disampaikan pada akhir Juni 2026 dan menyorot berbagai kebijakan, insentif, serta forum dialog yang dinilai membantu industri menghadapi tantangan pasca pandemi dan transisi teknologi ke kendaraan listrik.
Dukungan kebijakan dan komunikasi terbuka
Menurut Gaikindo, hubungan antara pemerintah dan pelaku industri dibangun lewat komunikasi yang terbuka. Dukungan datang dari kebijakan berkelanjutan yang memberi kepastian bagi investor dan produsen.
"Gaikindo melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional"
"Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," jelas Anton Kumonty.
Skema USDFS: nilai dan pemanfaatan
Salah satu instrumen yang disebut Gaikindo adalah User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Pemerintah memberi pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri.
Realisasi penggunaan skema ini tercatat selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025 mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari 74 perusahaan pengguna fasilitas tersebut, 57 adalah pelaku industri otomotif.
Insentif PPN DTP dan efek pada produksi
Pemerintah juga menerapkan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk mendorong pemulihan pasar domestik. Insentif ini dimanfaatkan oleh hampir seluruh merek yang memproduksi di Indonesia, dengan syarat memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Gaikindo menilai insentif fiskal tersebut membantu menjaga permintaan domestik, mempertahankan tingkat utilisasi pabrik, serta mendukung keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif.
Program LCEV dan adaptasi produsen
Komitmen pemerintah juga tampak lewat pelaksanaan Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program ini mendorong produsen berpartisipasi pada kategori Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).
Sejumlah perusahaan lokal aktif mengikuti program tersebut sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan teknologi dan regulasi emisi.
Dengan kombinasi insentif fiskal, fasilitas impor terarah, dan kebijakan LCEV, Gaikindo menilai langkah pemerintah telah memberikan pondasi yang lebih kuat bagi daya saing industri otomotif Indonesia. Ke depan, kelanjutan komunikasi antara pemerintah dan industri akan menentukan percepatan adopsi kendaraan listrik serta penguatan rantai pasok domestik.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
Vario Evo 160 Curi Perhatian di AHDC Purwokerto, Decksa Tercepat
Decksa Almer jadi tercepat di kelas baru Vario Evo 160 cc pada AHDC Purwokerto dengan catatan 1:01.930 pada...
Vario Evo 160 Jadi Sorotan di AHDC Purwokerto, Decksa Tercepat
Decksa Almer Alfarezel menang di kelas baru Vario Evo 160 cc Standar Pemula pada AHDC Purwokerto 16 Agustus...
Honda Daya Jayadi Siap Tampil di AHDC 2026 Purwokerto
Honda Daya Jayadi Racing Team akan berlaga di AHDC 2026 Purwokerto pada 14–15 Agustus, menurunkan Agam Abdil...
Recaro Juara EMMA Asia 2025 Perkuat Posisi di Bandung
Recaro Audio Specialist raih 2nd dan 3rd Champion di EMMA Asian Finals 2025, mengokohkan posisi sebagai spes...
Suzuki Serahkan 26 XL7 ke Konsumen, Wakili Ratusan Pesanan
Suzuki menyerahkan 26 unit XL7 kepada konsumen pertama pada 15 Agustus 2026, diikuti lebih dari 1.300 pemesa...
Jelang AHDC 2026 Purwokerto, Ramadhipa Beri Inspirasi di SMK Muhammadiyah 3
Menjelang AHDC 2026, pembalap Muhammad Kiandra Ramadhipa mengunjungi SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto memberi m...