Selain Asap Rokok, 5 Penyebab Pneumonia di Rumah yang Perlu Diwaspadai
Pneumonia tidak hanya dipicu asap rokok. Di dalam rumah ada lima penyebab lain yang sering luput dari perhatian. Faktor ini meningkatkan risiko infeksi paru, terutama pada anak dan lansia. Data WHO menyebut pneumonia sebagai salah satu penyebab kematian infeksi tunggal terbesar pada anak-anak di dunia.
Faktor pemicu pneumonia di lingkungan rumah
Beberapa aktivitas sehari-hari menghasilkan partikel atau zat yang mudah terhirup. Jika sirkulasi udara buruk, partikel ini menumpuk dan memperbesar risiko infeksi. Berikut rincian lima penyebab non-rokok yang perlu diwaspadai.
1. Debu menumpuk di kipas angin
Kipas angin yang jarang dibersihkan menjadi tempat menempel debu, tungau, dan spora jamur. Saat kipas dinyalakan, partikel mikro ini tersebar ke seluruh ruangan. Jika sering terhirup, saluran napas dapat teriritasi dan berpotensi memicu infeksi paru.
2. Penggunaan bedak tabur
Bedak tabur mengandung partikel halus yang mudah melayang di udara. Partikel ini bisa masuk ke paru-paru bayi dan anak yang lebih sensitif. Peradangan dari partikel tersebut dapat berkembang menjadi pneumonia aspirasi jika kondisi memburuk.
3. Obat nyamuk semprot atau elektrik
Obat nyamuk berbentuk semprot atau elektrik menghasilkan residu bahan kimia di udara. Paparan zat kimia secara terus-menerus pada ruang tertutup dapat merusak silia, yakni rambut halus yang berfungsi menyaring debu. Akibatnya, paru-paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
4. Paparan virus dari orang terdekat
Pneumonia mudah menular melalui droplet saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus seperti influenza dan RSV dapat bertahan lebih lama jika ventilasi buruk. Kontak dekat di rumah meningkatkan peluang penularan kepada anak dan lansia.
5. Polusi dan sirkulasi udara yang buruk
Udara dalam ruangan tanpa ventilasi yang baik menampung polutan. Sumbernya beragam, mulai dari asap memasak hingga bulu hewan peliharaan. Kualitas udara yang menurun melemahkan pertahanan pernapasan dan memudahkan infeksi berkembang.
Cara sederhana mengurangi risiko
- Bersihkan kipas dan ventilasi secara rutin.
- Hindari pemakaian bedak tabur pada bayi.
- Gunakan obat pengusir nyamuk sesuai instruksi dan hindari paparan berlebihan di ruang tertutup.
- Perbaiki ventilasi rumah dan kurangi sumber polusi dalam ruangan.
- Batasi kontak dekat jika ada anggota keluarga yang sedang sakit pernapasan.
Waspadai faktor-faktor ini khususnya jika ada anak kecil atau lansia di rumah. Perbaikan kebiasaan dan kondisi rumah dapat menurunkan risiko pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
Berita Terkait
BPOM Ambil Alih Pengawasan Whip Pink, Tangani Penyalahgunaan N2O
BPOM menyatakan pengawasan pasca pemasaran Whip Pink resmi jadi kewenangan mulai 1 Juli, disertai penindakan...
BPOM Dorong Kebangkitan Jamu Lewat Riset dan Hilirisasi
BPOM mendorong kebangkitan jamu nasional lewat sosialisasi, riset, dan hilirisasi, yang diluncurkan pada Kic...
Kurkumin dan Sambiloto Jadi Andalan Indonesia di Pasar Herbal Dunia
BPOM dan akademisi sebut kurkumin, temulawak, dan sambiloto berpotensi jadi andalan herbal Indonesia, namun...
BPOM Dorong Ketahanan Obat dan Ekonomi lewat Pekan Jamu 2026
BPOM lewat Pekan Jamu 2026 dorong ketahanan obat dan ekonomi dengan sosialisasi, riset, dan kolaborasi ABG u...
Work-Life Balance: Cara Menjaga Keseimbangan Sehari-hari
Pahami konsep work-life balance dan praktik mudah untuk membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi...
Kemenkes Waspadai WNI Pulang dari Kongo dan Uganda terkait Ebola
Kemenkes minta WNI yang baru kembali dari Kongo dan Uganda segera periksa diri jika demam atau perdarahan da...