Polrestabes Medan Bakar 14 Sarang Narkoba, Rehabilitasi Pengguna Dilakukan
MEDAN — Polrestabes Medan dalam sebulan terakhir membongkar dan membakar 14 lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba serta mengamankan belasan pelaku bandar dan pengedar. Selain penindakan terhadap peredaran, polisi juga menangani pengguna dengan merujuk sejumlah orang ke proses rehabilitasi sesuai ketentuan hukum.
Operasi dan penindakan
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menyatakan aksi itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan memberantas jaringan narkotika di Kota Medan. Penindakan dilakukan pada berbagai lokasi yang teridentifikasi sebagai pusat peredaran dalam tempo satu bulan.
Polisi menahan belasan tersangka berstatus bandar maupun pengedar. Selain tersangka, sejumlah pengguna juga diamankan dan diproses secara berbeda sesuai peran mereka dalam kasus.
Proses rehabilitasi pengguna
Salah satu pengguna yang sedang menjalani rehabilitasi berinisial JCS (49), warga Jalan Seksama, Kecamatan Medan Kota. Menurut laporan, JCS dirujuk ke panti rehabilitasi sebagai bagian dari upaya menyembuhkan ketergantungan narkotika.
AKBP Rafli menyampaikan penyidik aktif meminta keterangan dari panti rehabilitasi untuk memantau perkembangan penyembuhan dan rekam medis JCS selama menjalani rawat inap maupun rawat jalan.
“Penyidik tengah meminta keterangan dari panti rehabilitasi mengenai progres penyembuhan ketergantungan narkoba dan rekam medis kesehatan terhadap JCS selama menjalani rawat inap dan rawat jalan,”
“Kami akan pastikan bagaimana progres penyembuhan dan rekam medis yang bersangkutan (JCS) termasuk proses rehabilitasi yang dilakukan apakah sudah sesuai dengan ketentuan,”
Pimpinan Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia, Miftah Fariz Boli Malakalu, menjelaskan JCS masih menjalani rehabilitasi karena ketergantungan yang dimulai sejak 23 Juni 2026.
Langkah ke depan dan komitmen polisi
Rafli menegaskan Polrestabes Medan akan terus mengintensifkan operasi untuk membongkar titik-titik peredaran narkoba di kota. Penegakan hukum diarahkan kepada pelaku peredaran, sementara penanganan terhadap pengguna difokuskan pada rehabilitasi bila memenuhi syarat.
“Siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami dari Polrestabes Medan akan terus bergerak melakukan penindakan dalam memberantas peredaran narkoba,”
Upaya kombinasi antara penindakan dan rehabilitasi ini diharapkan dapat mengurangi suplai serta membantu pemulihan pengguna yang ketergantungan, sekaligus memperkuat efek jera terhadap jaringan pengedar di Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...