Pengungsian di NTT Meningkat Jadi 92.735 Jiwa, Gempa Susulan Masih Terasa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat menjadi 92.735 jiwa per 20 Agustus 2026. Lonjakan pengungsian terjadi karena warga masih merasakan gempa susulan sehingga memilih tinggal di tempat aman.
Rekap pengungsian dan peningkatan
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan penambahan pengungsian tercatat naik dari 59.647 jiwa. Kenaikan itu membuat total saat ini mencapai 92.735 jiwa, bertambah 33.088 jiwa.
"Kami mencatat 92.735 jiwa yang semula 59.647 jiwa. Sehingga catatan kami bertambah 33.088 jiwa," kata Berton Panjaitan.
Penambahan pengungsi terbesar tercatat di beberapa kabupaten berikut:
- Kabupaten Nagekeo: 21.883 jiwa
- Kabupaten Manggarai: 9.649 jiwa
- Kabupaten Manggarai Barat: 1.556 jiwa
Gempa susulan dan peringatan
Berton menyebut warga masih merasakan ratusan hingga ribuan gempa susulan. Hingga pelaporan ini, tercatat 3.352 gempa susulan yang dirasakan di wilayah NTT, dengan magnitudo bervariasi.
"Gempa ini terus dirasakan besar maupun kecil, kami dari pagi merasakan gempa susulan besar pada pukul 10.47WIB, gempa M 5,7. Dengan masih banyak gempa susulan tergolong besar, masyarakat tetap waspada dan siap siaga," jelas Berton.
Korban jiwa dan kerusakan
BNPB melaporkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang, dari sebelumnya 71 orang. Pernyataan resmi juga merinci penambahan korban meninggal menurut daerah.
Sementara korban luka naik menjadi 907 jiwa dari 898 sebelumnya. Jumlah rumah rusak tercatat 36.163 unit, bertambah 7.187 unit.
| Indikator | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Pengungsi | 92.735 jiwa | Naik 33.088 jiwa dari 59.647 |
| Gempa susulan dirasakan | 3.352 kejadian | Magnitudo bervariasi, termasuk M 5,7 |
| Korban meninggal | 75 orang | Naik dari 71 orang |
| Korban luka | 907 jiwa | Naik dari 898 jiwa |
| Rumah rusak | 36.163 unit | Naik 7.187 unit |
Bantuan logistik yang dikirim
Pemerintah pusat terus mengirimkan bantuan logistik, terutama kebutuhan pokok. Total bantuan yang telah dikirim ke NTT mencapai 167 ton. Pada hari pelaporan, dikirim tambahan 42 ton dan 60 ton sehingga total pengiriman hari itu mencapai 102 ton.
Bantuan diberangkatkan dari pos pendukung nasional yang dipusatkan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, lalu didistribusikan melalui Bandara Labuan Bajo dan Manggarai.
Dampak pada sektor pendidikan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, menyampaikan sektor pendidikan terdampak signifikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terkena dampak, dengan 502 sekolah mengalami kerusakan berat di tujuh kabupaten.
"Ruang kelas yang mengalami kerusakan parah mencapai 63,7 persen atau 5.521 unit dari 8.664 ruang kelas," kata Prof. Atip Latipulhayat.
Jumlah siswa yang terdampak dilaporkan mencapai 177.668 murid, dan sekitar 21.166 guru dan tenaga kependidikan turut terdampak.
Situasi di NTT masih dinamis. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus memantau perkembangan gempa susulan serta menyalurkan bantuan sambil mendata kebutuhan pemulihan jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...