BPODT Bungkam soal Pengembangan Wisata di Humbahas
Doloksanggul, Humbahas — Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) enggan berkomentar ketika ditanya soal rencana pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kejadian berlangsung saat perwakilan BPODT menghadiri acara Pesona Humbahas 2026 pada Rabu, 22 Juli.
Perwakilan BPODT tak beri penjelasan
Direktur Destinasi Pariwisata BPODT, yang bertindak sebagai Plt., memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan di sela acara. Ia menyatakan bahwa kehadirannya hanya untuk menghadiri festival dan bukan untuk membahas pengembangan kawasan.
"Kehadiran saya di sini hanya untuk menghadiri acara Pesona Humbahas 2026. Terkait informasi pengembangan wisata bukan kapasitas saya,"
Sebelum meninggalkan lokasi, perwakilan BPODT sempat meninggalkan arena menggunakan mobil dinas. Sikap itu menimbulkan tanda tanya terkait peran BPODT—instansi yang dibentuk di bawah Kementerian Pariwisata untuk merencanakan dan mengelola Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Bupati: perlunya sinergi semua pihak
Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Humbahas, pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia meminta dukungan dari pimpinan OPD, camat, hingga kepala desa.
"Pimpinan OPD lintas instansi, camat dan kepala desa agar memberikan perhatian dan berkontribusi memajukan potensi wisata,"
Menurut Bupati, partisipasi masyarakat juga krusial. Ia menekankan aspek kebersihan, keamanan, ketertiban, keramahan, serta pelestarian budaya dan lingkungan sebagai wajah daerah.
Potensi dan harapan pengembangan
Humbahas memiliki sejumlah modal pariwisata, antara lain alam yang indah, budaya yang kaya, ragam kuliner, serta masyarakat yang kreatif. Bupati menilai, bila dikelola bersama, potensi tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong kesejahteraan lokal.
- Pemerintah daerah dan OPD
- Masyarakat dan pelaku usaha
- Komunitas seni dan budaya
- Dunia pendidikan dan media
Ia menegaskan kembali bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Sikap enggan berkomentar dari BPODT memunculkan kebutuhan klarifikasi mengenai peran lembaga itu dalam rencana pengembangan lokal. Sementara itu, pemerintah daerah terus mendorong langkah bersama untuk memetakan program prioritas dan pelibatan komunitas.
Ke depan, publik menanti penjelasan resmi dari BPODT soal skema pengelolaan dan investasi di Humbahas agar rencana pengembangan pariwisata berjalan terkoordinasi dan transparan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wamenkes Tinjau Skrining TB CKG di Simalungun, Satu X-Ray Portable Diberikan
Wamenkes dr. Benyamin meninjau Skrining TB CKG di Simalungun (22/7); daerah terima X‑Ray portable dan berkom...
Ledakan Rumah Mewah di Medan Diduga Akibat Gas Metana
Ledakan di rumah mewah Kompleks Grand Polonia, Medan, diduga disebabkan oleh gas metana; labfor tengah menye...
Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah, Tekankan Perang Narkoba
Kapolres Aceh Tenggara menggelar temu ramah dengan insan pers di Kutacane, menegaskan komitmen pemberantasan...
Polres Pematangsiantar Tangkap Residivis Pemilik Sabu 1,87 Gram
Sat Resnarkoba Polres Pematangsiantar menangkap residivis MN (45) dan menyita 1,87 gram sabu serta barang bu...
Polres Sergai Tangkap Dua Pelaku Peredaran Uang Palsu Rp2 Juta
Polres Serdang Bedagai menangkap dua pelaku peredaran uang palsu senilai Rp2.000.000 yang dibeli via Faceboo...
Humbahas Terima Dua Traktor R4 untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Pemkab Humbang Hasundutan menyerahkan dua unit traktor R4 kepada dua kelompok tani di Doloksanggul untuk mem...