Menkeu Purbaya Optimis Penerimaan Negara 2026 Membaik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis capaian penerimaan negara pada 2026 akan lebih baik. Pernyataan disampaikan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada 27 Mei 2026. Keyakinan itu didasarkan pada tren peningkatan penerimaan pajak dan bea cukai serta perbaikan proses internal.
Optimisme dan alasan
Menkeu menilai target penerimaan tahun ini berpotensi tercapai bahkan melampaui proyeksi awal. Ia menyebut adanya pertumbuhan penerimaan pajak yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, perbaikan di institusi pajak dan bea cukai mendukung optimisme tersebut.
"Kan sebelumnya kita (penerimaan pajak pada akhir April 2026) tumbuh 16 persen ya. Sekarang sudah naik lagi ke 20 persen, tadi Pak Dirjen melaporkan,"
Peran teknologi dan Coretax
Menurut Menkeu, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence, menjadi pendorong utama efisiensi kerja. Sistem Coretax disebut membantu menghitung kewajiban pajak hampir otomatis sehingga penegakan penerimaan menjadi lebih efektif. Penggunaan teknologi di Pajak dan Bea Cukai dinilai mempersempit celah ketidakpatuhan.
"Penerimaan akan bagus sekali tahun ini dan tahun ke depannya. Kita gunakan semua teknologi yang ada termasuk kecerdasan buatan (AI) di Pajak maupun di Bea Cukai,"
"Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi orang gak bisa lari dari pembayaran pajak, mau kerja di berapa perusahaan pun akan tercatat di Coretax,"
Realisasi APBN hingga akhir April 2026
Data realisasi APBN per akhir April 2026 menunjukkan penerimaan negara mencapai Rp918 triliun. Pertumbuhan pencapaian naik menjadi 13,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komponen penerimaan menunjukkan perbedaan laju antara pajak dan bea cukai.
| Komponen | Nilai | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Penerimaan Negara (Total) | Rp918 triliun | 13,3% |
| Penerimaan Pajak | Rp646 triliun | 16,1% |
| Penerimaan Bea Cukai | Rp100,6 triliun | 0,6% |
| Defisit Anggaran | - | Turun dari 0,93% ke 0,64% |
Dampak terhadap defisit dan prospek ke depan
Dukungan penerimaan yang positif membantu menurunkan rasio defisit anggaran per April 2026. Rasio defisit turun dari 0,93 persen pada Maret menjadi 0,64 persen pada April. Menkeu memandang perbaikan ini memberi ruang fiskal lebih baik untuk memberi respons kebijakan dan menyiapkan anggaran program prioritas.
Ke depan, keberlanjutan peningkatan penerimaan bergantung pada penerapan teknologi yang konsisten dan penegakan administrasi pajak serta bea cukai. Jika tren saat ini berlanjut, realisasi penerimaan tahun 2026 diperkirakan akan menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berita Terkait
Lalamove Catat Pengiriman Jarak Jauh Tumbuh 47% Jan–Apr 2026
Lalamove Indonesia mencatat kenaikan pengiriman jarak jauh 47% Jan–Apr 2026; mayoritas rute 50–80 km dan pic...
Rupiah Tutup Pekan di Rp17.880, Melemah 0,20% terhadap Dolar
Rupiah ditutup melemah 0,20% ke Rp17.880 per dolar pada 29 Mei 2026 akibat data AS dan arus modal keluar.
Astra Perluas Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz di Garut
Astra serahkan Rumah Layak Huni dan luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut, melibatkan 3.000 petani...
Pemprov DKI Gencarkan Panel Surya untuk Kurangi Ketergantungan BBM
Pemprov DKI mempercepat pemasangan PLTS atap di fasilitas publik untuk kurangi penggunaan BBM dan dukung tar...
IHSG Terkoreksi 0,05% ke 6.127 Jelang Akhir Pekan
IHSG ditutup melemah 0,05% ke 6.127,38 pada 29 Mei 2026, dipengaruhi sentimen AS-Iran dan pergerakan bursa g...
BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah dan Langkah Stabilitas
BI jelaskan penyebab rupiah melemah pada akhir Mei 2026 dan langkah stabilisasi termasuk intervensi valas, p...