Menhub Dorong Penguatan Kerja Sama Penerbangan Indonesia–Arab Saudi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong penguatan kerja sama transportasi udara antara Indonesia dan Arab Saudi setelah pertemuan dengan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan menekankan peningkatan layanan penerbangan, kepastian peluang pasar bagi maskapai, dan pengembangan sumber daya manusia sektor transportasi.
Peluang perluasan layanan penerbangan
Dudy mengatakan jumlah penumpang antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir tergolong besar, didominasi oleh jamaah umrah. Ia menyoroti kenaikan frekuensi penerbangan menuju Jeddah dan Madinah sejak Desember 2025 sebagai peluang untuk memperluas layanan dan konektivitas.
Satu hal yang penting, kita perlu memastikan peluang yang adil dan menguntungkan bagi maskapai penerbangan kedua negara. Meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan masing-masing negara,
Dukungan pemindahan ke Terminal 2F
Dalam pertemuan itu, Dudy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan pemindahan penerbangan haji dan umrah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Ia menilai langkah ini dapat meningkatkan kenyamanan para jamaah yang memakai layanan penerbangan kedua negara.
Pengembangan sumber daya manusia transportasi
Kedua pihak membahas penguatan kapasitas SDM melalui program kolaboratif. Topik yang diangkat meliputi magang, penempatan tenaga kerja, dan kerja sama pendidikan antara lembaga pelatihan transportasi.
- Program magang dan penempatan tenaga kerja
- Pertukaran dosen dan tenaga ahli
- Pelatihan bersama antar lembaga pendidikan transportasi
Menurut Dudy, akademi transportasi di Indonesia mampu menghasilkan lulusan terampil di bidang penerbangan, maritim, transportasi darat, dan kereta api yang siap berkontribusi di industri kedua negara.
Akademi transportasi di Indonesia menghasilkan lulusan terampil di bidang penerbangan, maritim, transportasi darat, dan kereta api yang siap berkontribusi. Pada industri transportasi di Arab Saudi, saya yakin kerja sama semacam ini akan saling menguntungkan bagi kedua negara,
Dampak dan tindak lanjut
Pengembangan kerja sama pendidikan dan layanan penerbangan dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas SDM serta memenuhi kebutuhan industri transportasi. Kolaborasi ini juga diharapkan mempererat hubungan bilateral dan membuka peluang baru bagi maskapai dan lembaga pendidikan.
Langkah selanjutnya meliputi pembahasan teknis mengenai frekuensi penerbangan, regulasi operasional, dan rencana program pelatihan yang akan disusun bersama antar kementerian serta institusi pendidikan transportasi di kedua negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ridho Rahmadi Mundur, Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketum DPP Partai Ummat; Majelis Syura tunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt un...
Pertamina Patra Niaga: Infrastruktur dan Distribusi B50 Siap
Pertamina Patra Niaga menyatakan infrastruktur B50 siap, meliputi penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan,...
Kepemilikan CCTV Pejompongan Rusak Masih Ditelusuri
Kepemilikan beberapa CCTV yang rusak di Pejompongan masih diselidiki setelah perusakan pada 27 Agustus 2026;...
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU dan Sejarah Singkat PBNU
Presiden Prabowo membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang; artikel merangkum sejarah singkat PBNU sejak 1926.
Gus Yahya Harap Presiden Prabowo Buka Muktamar NU 2031
Gus Yahya berharap Presiden Prabowo kembali membuka Muktamar NU ke-36 pada 2031; disampaikan saat pembukaan...
Pemprov DKI Imbau Warga Jaga Fasilitas Publik setelah CCTV Rusak
Pemprov DKI mengimbau warga untuk menjaga fasilitas publik setelah sejumlah CCTV di Pejompongan rusak pasca-...