Kemenhub Perluas Kerja Sama Transportasi dengan Arab Saudi
Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Arab Saudi sepakat memperkuat dan memperluas kerja sama sektor transportasi dalam pertemuan di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser membahas layanan penerbangan, maritim, perkeretaapian, investigasi keselamatan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Ruang lingkup kerja sama
Pembahasan meliputi sejumlah sektor strategis yang dinilai penting bagi konektivitas dan keselamatan. Kementerian Perhubungan Indonesia akan menugaskan tim teknis untuk merampungkan usulan Nota Kesepahaman secara tepat waktu.
- Investigasi keselamatan transportasi
- Maritim
- Perkeretaapian
- Penerbangan sipil
“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kembali bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen. Untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya,” — Dudy Purwagandhi
Perluasan layanan udara
Indonesia dan Arab Saudi memiliki perjanjian transportasi udara sejak 1988. Dalam beberapa dekade terakhir, hubungan itu diperkuat untuk meningkatkan konektivitas antara kedua negara.
Hasil pembahasan layanan udara yang dilakukan pada Juni 2025 menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dinilai saling menguntungkan. Salah satu fokus adalah penambahan titik operasional penerbangan untuk menjawab kenaikan permintaan perjalanan udara.
“Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh. Hal ini perlu dilanjutkan, mengingat permintaan perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi atau sebaliknya terus menunjukkan peningkatan,” — Dudy Purwagandhi
Dukungan ICAO dan pengembangan SDM
Dudy juga meminta dukungan Pemerintah Saudi terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO pada Sidang Luar Biasa November 2026. Indonesia berharap dapat berkontribusi pada penerbangan sipil global yang aman, inklusif, berkelanjutan, dan terjamin.
Pertemuan turut membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, pelatihan, serta program magang di sektor transportasi. Kerjasama sumber daya manusia ini ditargetkan memperkuat kapasitas kedua negara sekaligus mendukung implementasi kesepakatan teknis.
Sebagai langkah berikutnya, tim teknis kedua negara akan menyelesaikan draf Nota Kesepahaman dan memetakan jadwal implementasi. Jika diikuti komitmen yang sama dari kedua pihak, langkah-langkah itu diharapkan mempercepat peningkatan konektivitas dan kapasitas sektor transportasi antara Indonesia dan Arab Saudi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendag Selaraskan Program Ekspor Jawa–Sumatra Berdasarkan Potensi Daerah
Kemendag selaraskan program ekspor Jawa–Sumatra lewat forum daring 27 Agustus 2026, mengedepankan sinergi da...
Mentrans Salurkan Rp200 Juta Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kementerian Transmigrasi salurkan Rp200 juta untuk rehabilitasi MI Al-Ikhtiar di Manggarai Barat pascagempa...
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana Merdeka
Presiden Prabowo menerima Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Merdeka, 28 Agustus 2026, untuk me...
Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan 120 Ribu Hunian Perkuat Program 3 Juta Rumah
Danantara Housing Expo 2026 menawarkan hingga 120.000 unit hunian dan berbagai skema pembiayaan untuk memper...
Ridho Rahmadi Mundur, Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketum DPP Partai Ummat; Majelis Syura tunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt un...
Pertamina Patra Niaga: Infrastruktur dan Distribusi B50 Siap
Pertamina Patra Niaga menyatakan infrastruktur B50 siap, meliputi penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan,...