BMKG: Gelombang hingga 6 Meter di Perairan NTB, Waspada
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut sangat tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan itu berlaku hari ini dan menyebut gelombang bisa mencapai 4–6 meter, terutama di bagian selatan Selat Lombok. Lembaga ini meminta nelayan dan operator kapal ferry meningkatkan kewaspadaan karena kondisi dipicu oleh kenaikan kecepatan angin.
Prakiraan gelombang dan wilayah terdampak
BMKG menyatakan angin permukaan di kawasan NTB bertiup dominan dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum tercatat mencapai 37 km/jam. Peningkatan kecepatan angin diperkirakan memicu gelombang tinggi pada pagi hingga dini hari.
Wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang 4–6 meter meliputi bagian selatan Selat Lombok. Sementara gelombang setinggi 2,5–4 meter diperkirakan terjadi di beberapa perairan lain.
- Selat Lombok bagian selatan (potensi 4–6 m)
- Selat Alas bagian utara dan selatan (2,5–4 m)
- Perairan selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa (2,5–4 m)
- Samudra Hindia di selatan NTB (2,5–4 m)
- Selat Lombok bagian utara, perairan utara Pulau Sumbawa, dan Selat Sape (0,5–1,25 m)
Risiko bagi jenis kapal
BMKG merinci ambang risiko bagi berbagai jenis kapal. Peringatan ini penting agar pelaku transportasi laut dan nelayan menilai kembali rencana pelayaran mereka.
- Perahu nelayan berisiko saat kecepatan angin > 15 knot dan gelombang > 1,25 meter.
- Kapal tongkang menghadapi peningkatan risiko jika gelombang > 1,5 meter.
- Kapal ferry berpotensi terganggu pada gelombang > 2,5 meter.
- Kapal besar, termasuk kapal pesiar dan kargo, perlu meningkatkan kewaspadaan jika gelombang > 4 meter.
Saran keselamatan dan kondisi cuaca
Prakirawan Stasiun Meteorologi NTB, Andre Jersey, mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar. Langkah ini dianggap penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi," kata Andre Jersey.
Selain prakiraan kondisi laut, BMKG memperkirakan cuaca di wilayah NTB pada umumnya cerah hingga berawan. Suhu berkisar antara 19–33 derajat Celsius dengan kelembapan antara 40–98 persen. Masyarakat dianjurkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut.
Impak dan langkah ke depan
Penting bagi pelayaran komersial dan nelayan kecil untuk menyesuaikan jadwal serta mempersiapkan alat keselamatan tambahan. Pihak terkait di pelabuhan juga disarankan melakukan koordinasi dan menginformasikan pembatalan atau penundaan pelayaran jika kondisi membahayakan.
Dengan potensi gelombang tinggi yang masih berlangsung, kewaspadaan dan pemantauan berkelanjutan menjadi kunci mengurangi insiden di perairan NTB.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendag Selaraskan Program Ekspor Jawa–Sumatra Berdasarkan Potensi Daerah
Kemendag selaraskan program ekspor Jawa–Sumatra lewat forum daring 27 Agustus 2026, mengedepankan sinergi da...
Mentrans Salurkan Rp200 Juta Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kementerian Transmigrasi salurkan Rp200 juta untuk rehabilitasi MI Al-Ikhtiar di Manggarai Barat pascagempa...
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana Merdeka
Presiden Prabowo menerima Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Merdeka, 28 Agustus 2026, untuk me...
Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan 120 Ribu Hunian Perkuat Program 3 Juta Rumah
Danantara Housing Expo 2026 menawarkan hingga 120.000 unit hunian dan berbagai skema pembiayaan untuk memper...
Ridho Rahmadi Mundur, Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketum DPP Partai Ummat; Majelis Syura tunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt un...
Pertamina Patra Niaga: Infrastruktur dan Distribusi B50 Siap
Pertamina Patra Niaga menyatakan infrastruktur B50 siap, meliputi penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan,...