Subulussalam Usulkan Penempatan Guru ASN dan P3K ke Sekolah Swasta
SUBULUSSALAM — Ketua DPD Partai NasDem Kota Subulussalam, Jaminuddin B, S.PdI, M.Si, meminta Wali Kota menempatkan guru dari ASN dan P3K ke sekolah swasta dan pesantren. Permintaan ini disampaikan melalui rilis pada Minggu (28/6) sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan di kota tersebut.
Alasan dan kekhawatiran
Jaminuddin mengatakan kondisi sekolah di Subulussalam saat ini tidak merata. Ada sekolah yang berstatus "sangat kurus" hingga "sangat gemuk" akibat perbedaan jumlah siswa. Ia khawatir lonjakan jumlah sekolah baru dan program rintisan akan memperparah disparitas kualitas guru dan layanan pendidikan.
“Kita khawatir, jumlah sekolah yang sangat banyak, terjadi siswa dan santri kurus di sekolah tertentu, di sisi lain guru ASN dan P3K harus mendapat jam tambahan mengajar di sekolah swasta/pesantren akan berpengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan,”
Usulan konkret kepada wali kota
Selain penempatan guru ASN dan P3K di sekolah swasta/pesantren, Jaminuddin meminta wali kota melakukan pembatasan penerimaan siswa untuk tahun ajaran 2026-2027. Tujuannya agar distribusi siswa lebih seimbang sehingga tiap lembaga dapat beroperasi optimal.
Ia juga menyarankan agar pemerintah kota melakukan konsolidasi dan pemetaan menyeluruh mulai dari tingkat dasar, SMP, hingga SMA/sederajat. Langkah ini dimaksudkan agar tidak ada sekolah yang terancam tutup dalam 5-10 tahun ke depan karena kekurangan siswa.
Regulasi dan praktik di daerah lain
Jaminuddin merujuk pada ketentuan yang diatur dalam Permendikdasmen No. 1 Tahun 2025 yang membuka kemungkinan penugasan ASN untuk mengajar di satuan pendidikan swasta. Ia menyebut praktik serupa sudah berjalan di beberapa daerah lain.
- Banda Aceh
- Aceh Besar
- Aceh Singkil
- daerah lain di Indonesia
“Penempatan guru ASN di sekolah swasta, pesantren atau organisasi pengelola pendidikan, seperti Muhammadiyah adalah alternatif,”
Implikasi dan langkah berikutnya
Meski kewenangan penuh untuk SMA/SMK berada di Dinas Pendidikan Provinsi, Jaminuddin menegaskan peran wali kota penting sebagai koordinator. Tanpa intervensi dan pemetaan, kualitas pendidikan di beberapa lembaga bisa terus menurun.
Langkah penataan guru dan pembatasan penerimaan siswa yang diusulkan diharapkan menjadi solusi jangka menengah agar pemerataan layanan pendidikan di Subulussalam meningkat dan tidak terjadi konsentrasi siswa yang merugikan sekolah lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Festival Layang-Layang 'Semarak Langit' Tutup di Perbaungan
Festival Layang-Layang "Semarak Langit" di Perbaungan ditutup 29 Juni, diikuti 90 peserta dan sekitar 500 pe...
Polres Labuhanbatu Bedah Rumah untuk Peringati HUT Bhayangkara ke-80
Polres Labuhanbatu meresmikan rumah hasil bedah untuk Warsono pada 27 Juni 2026, sebagai bagian bakti sosial...
Wagub Surya Pimpin Harganas Sumut 2026 dan Tekankan Peran Keluarga
Wagub Surya pimpin Harganas ke-33 Sumut di Medan, tekan tiga pilar: hentikan stunting, pulihkan fungsi kelua...
Tiga Siswa CMA Medan Raih Medali di Abacus Mental Olympiad 2026
Tiga siswa CMA Medan meraih medali di Abacus Mental Arithmetic Olympiad 2026 di Singapura, bersaing di antar...
INALUM Perkuat Konservasi Danau Toba: Biopori, Penghijauan, Mangrove
INALUM dan PJT I menjalankan konservasi Danau Toba 2025: biopori, sumur resapan, 420.000 pohon, dan 15.000 m...
PMI Banda Aceh Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi, Stok Menipis
PMI Kota Banda Aceh menggelar donor darah di beberapa lokasi pada 28 Juni untuk menambah stok yang menurun d...