Politik

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berintegritas

Bagikan:
Fatatoh Hironi Ulya berbicara dalam Kajian Ideopolitik di Universitas Putra Sang Fajar, Blitar

Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, mengajak generasi muda membangun budaya politik berlandaskan integritas, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat.

BLITAR — Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, meminta generasi muda, khususnya anggota Pemuda Muhammadiyah, menjadikan politik sebagai ruang gagasan dan solusi. Ajakan itu disampaikan saat Fatatoh menjadi narasumber pada Kajian Ideopolitik bertema Pendidikan Politik bagi Pemuda di Universitas Putra Sang Fajar, Sabtu (1/8/2026).

Ajakan membangun budaya politik yang berintegritas

Fatatoh menekankan bahwa politik tidak boleh semata-mata mengejar kepentingan sesaat atau praktik pragmatis. Sebaliknya, politik harus mengedepankan kepentingan publik serta etika berpolitik yang jelas.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Blitar atas kesempatan berbagi dalam kegiatan ideopolitik ini. Semoga forum ini menjadi ruang belajar dan berdiskusi yang mampu menumbuhkan semangat generasi muda menjadi warga negara yang kritis, berintegritas, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,"

Sebagai politisi PDI Perjuangan, Fatatoh juga mengingatkan agar pemuda menghindari politik yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Ia menegaskan peran aktif pemuda dalam perubahan sosial dan politik.

"Pemuda bukan hanya penerus, tetapi pelaku perubahan. Karena itu, jangan sampai terjebak dalam politik pragmatis. Bangun budaya politik yang berlandaskan integritas, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat luas,"

Pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda

Menurut Fatatoh, pendidikan politik penting untuk membangun kesadaran demokrasi yang sehat. Pendidikan semacam ini membantu pemuda memahami hak dan tanggung jawab mereka dalam sistem demokrasi serta mendorong keterlibatan yang konstruktif.

Ia menekankan bahwa politik idealnya menjadi arena untuk menghadirkan gagasan dan solusi, bukan saling menjatuhkan atau memperlebar perbedaan. Kolaborasi antar pelaku politik dan organisasi pemuda disebutnya kunci untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Kegiatan dan partisipan

Kajian ideopolitik yang digelar oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Blitar tersebut menghadirkan diskusi interaktif. Acara diikuti oleh berbagai kelompok pemuda dan mahasiswa, dengan fokus pada peningkatan literasi politik.

  • Kader Pemuda Muhammadiyah
  • Mahasiswa
  • Pemuda lintas organisasi

Diskusi berupaya mendorong peserta agar mampu berpartisipasi secara kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan pemerintahan daerah.

Implikasi ke depan

Inisiatif seperti kajian ideopolitik dinilai penting untuk menyiapkan generasi pemimpin yang berintegritas. Dengan peningkatan literasi politik, diharapkan partisipasi pemuda dalam demokrasi semakin berkualitas dan berfokus pada kepentingan publik.

Forum serupa juga dapat menjadi wadah reguler untuk menguji gagasan kebijakan, memperkuat jaringan antar organisasi pemuda, dan membangun budaya politik yang lebih sehat di tingkat daerah.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait