PDIP Madiun Minta Evaluasi Desil Kesejahteraan agar Bantuan Tepat Sasaran
MADIUN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta evaluasi mekanisme penentuan desil kesejahteraan agar bantuan sosial tepat sasaran. Permintaan itu disampaikan saat reses Masa Persidangan III di Kantor Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Jumat (31/7/2026) malam, disaksikan sekitar 150 warga.
Inti keluhan: data desil berdampak pada hak bantuan
Anton menyebut banyak warga kehilangan akses bantuan setelah terjadi perubahan data desil, meski kondisi ekonomi keluarga tidak berubah. Menurutnya, ukuran kelayakan tidak boleh hanya berdasar kondisi fisik rumah.
“Jangan hanya melihat rumahnya bagus atau lantainya keramik. Bisa saja itu rumah warisan orang tua. Yang harus menjadi ukuran adalah penghasilan dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, maupun kesehatan,”
Ia mencontohkan kasus warga yang semula masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan menerima bantuan pendidikan bagi mahasiswa anak keluarga. Setelah status desil berubah, bantuan tersebut dihentikan, padahal kemampuan ekonomi keluarga tetap terbatas.
Tuntutan evaluasi dan alur penanganan
Anton meminta peninjauan ulang mekanisme verifikasi data desil agar program bantuan tidak terlepas dari tangan penerima yang benar-benar membutuhkan. Ia menegaskan ukuran utama harus mengacu pada kemampuan ekonomi keluarga.
“Kami akan meminta rekomendasi dari kelurahan, kemudian menyampaikannya kepada Dinas Sosial agar dilakukan peninjauan kembali. Kalau memang syaratnya masih terpenuhi, maka data tersebut harus dievaluasi sehingga warga yang berhak tetap bisa menerima bantuan,”
Langkah awal yang diusulkan adalah perolehan rekomendasi dari kelurahan lalu koordinasi dengan Dinas Sosial untuk verifikasi ulang. Jika terbukti memenuhi syarat, data DTKS akan direvisi sehingga bantuan dapat dilanjutkan.
Aspirasi lain yang disampaikan warga
Selain soal data desil, warga mengajukan beberapa masalah prioritas yang juga mendapat perhatian Anton. Permintaan itu meliputi infrastruktur dan fasilitas umum yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
- Perbaikan talud sungai yang rusak karena menyebabkan banjir saat musim hujan.
- Perbaikan lapangan sepak bola sebagai sarana pembinaan atlet muda.
- Penataan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Jalan Palem, Karombasan, yang mengganggu usaha kuliner sekitar stadion.
Anton menyatakan seluruh aspirasi akan dikomunikasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
Penutup: implikasi kebijakan
Permintaan evaluasi ini menegaskan kebutuhan perbaikan mekanisme penetapan desil agar program sosial lebih akurat. Jika diimplementasikan, perubahan kriteria—dari sekadar kondisi fisik rumah ke fokus pada penghasilan dan kemampuan memenuhi kebutuhan—dapat menjaga akses bantuan bagi keluarga rentan dan meminimalkan kekeliruan administratif.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banyuwangi Raih Sidaya Awards 2026 untuk Program Lansia
Banyuwangi meraih Sidaya Awards 2026 atas program pemberdayaan lansia, termasuk 153 Sekolah Lansia dan 4.590...
Soekarno Run Blitar 2026: Hasto Ajak Generasi Muda Berani Berdikari
Hasto Kristiyanto dorong generasi muda berjiwa berdikari lewat Soekarno Run Blitar 2026; lomba 5K-10K dihara...
Hasto di Blitar: Pengorbanan Pahlawan Harus Jadi Kebijakan
Hasto ziarah ke makam Bung Karno di Blitar dan minta pengorbanan pahlawan diwujudkan lewat kebijakan yang ad...
Peziarah di Makam Bung Karno Tekankan Pentingnya Jas Merah
Peziarah di Makam Bung Karno, Blitar, menekankan pesan Jas Merah agar generasi muda tidak melupakan perjuang...
Subec Targetkan Jadi Destinasi Kreatif, Pemkot Siapkan Pendampingan
Wali Kota Eri Cahyadi mendorong Subec di eks Hi‑Tech Mall jadi destinasi wajib; Pemkot Surabaya beri pendamp...
Pulung Agustanto Gelar Jumat Berkah: Sembako dan Sarapan di Kediri
Pulung Agustanto membagikan sembako, uang saku, dan sarapan pada Jumat Berkah di Kediri, 6 November 2026 unt...