Simalungun Perkuat Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak 2026
SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar rapat lintas sektor untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penanganan Anak Berhadapan Hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan anak pada tahun 2026. Kegiatan berlangsung di aula Kantor DPPPA, Pamatang Raya, Rabu (19/8).
Kegiatan dan peserta
Acara dihadiri perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga layanan, dan organisasi masyarakat. Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan menyusun strategi kolaboratif untuk perlindungan anak di wilayah Simalungun.
- Polres Simalungun
- Kejaksaan
- Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama
- BNN dan Kemenag
- TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan
- Komisi Penanggulangan AIDS
- Yayasan PRABK dan Yayasan Harapan Jaya
- Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan
- Dinas Dukcapil, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kominfo
- Dinas PPKB, RSUD Tuan Rondahaim, Puskesmas Raya, serta UPT PPA
Isu utama yang dibahas
Pemda menyoroti beberapa ancaman serius terhadap anak, antara lain kekerasan fisik dan seksual, eksploitasi, serta perdagangan anak yang kerap terjadi dekat lingkungan keluarga. Perkawinan anak masih menjadi persoalan karena rendahnya pemahaman orang tua. Sementara itu, TPPO sering berwajah tawaran pekerjaan menggiurkan yang berujung pada eksploitasi.
Dalam arahan tertulis Bupati Simalungun yang dibacakan Kepala Dinas PPPA, Sri Wahyuni, ditegaskan pentingnya perlindungan anak sebagai investasi masa depan daerah.
Oleh karena itu, peran seluruh pemangku kepentingan secara lintas sektor menjadi sangat strategis untuk melindungi anak bangsa. Pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
Seruan dan komitmen
Kepala Dinas PPPA menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Dia mengajak seluruh peserta memperkuat komitmen, berbagi informasi, dan merancang langkah pencegahan yang konkret.
Mari kita perkuat komitmen dan kerja sama kita dalam mencegah kekerasan terhadap anak, TPPO, menangani anak berhadapan hukum, serta melakukan pencegahan perkawinan anak.
Tindak lanjut dan harapan
Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan komitmen mewujudkan daerah yang ramah anak sesuai moto Bersama Semangat Baru, Simalungun Menuju Simalungun Maju. Langkah ke depan akan fokus pada peningkatan kapasitas petugas, kampanye kesadaran publik, serta mekanisme rujukan kasus yang lebih cepat.
Kesuksesan program ini bergantung pada koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, sehingga anak-anak Simalungun dapat tumbuh aman, sehat, dan terlindungi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...