DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Dioptimalkan
Komisi I DPR RI meminta pemerintah dan tim SAR mengoptimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput di kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Permintaan itu disampaikan pada Rabu, 9 September 2026, menyusul laporan kapal cepat yang membawa delapan orang mengalami kehilangan kontak.
Siapa yang hilang
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak berasal dari berbagai media dan media lepas. Selain mereka, kapal juga membawa tiga kru kapal.
- M. Bagus Khoirunnas (Antara Biro Banten)
- Ari Basuki (Merdeka)
- Yudhis (iNews)
- Daus (Anadolu Agency)
- Donal (jurnalis lepas)
Selain lima jurnal tersebut, di kapal Arupadhatu 1 ada tiga kru yakni kapten, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Upaya pencarian yang diminta DPR
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Iman Sukri, mendesak seluruh unsur terkait mengerahkan sumber daya maksimal. Ia menekankan pentingnya memperluas area pencarian dan mempercepat operasi SAR karena setiap jam dinilai krusial.
"Setiap waktu sangat berharga. Kami meminta seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian." — Iman Sukri, Anggota Komisi I DPR RI
Iman juga mendorong peningkatan koordinasi antar personel SAR, pemanfaatan armada kapal tambahan, perangkat komunikasi, dan dukungan teknologi untuk memperluas jangkauan pencarian serta memastikan operasi berjalan efektif.
Kronologi singkat kejadian
Kapal cepat Arupadhatu 1 berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kapal itu membawa delapan orang dan kemudian dilaporkan hilang kontak saat melaksanakan peliputan pada 7 September 2026.
Hingga Rabu, 9 September 2026, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Tim SAR terus melakukan patroli laut dan koordinasi lapangan untuk menemukan seluruh penumpang dan kru.
Imbauan keselamatan dan harapan
Iman menegaskan bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas dalam setiap tugas peliputan, khususnya di wilayah berisiko tinggi. Menurutnya, peran jurnalis penting sebagai penyampai informasi publik, namun keselamatan mereka tak boleh diabaikan.
"Jurnalis adalah profesi yang mulia karena mereka menjadi mata dan telinga masyarakat. Namun, di balik tugas tersebut, keselamatan mereka juga harus benar-benar diperhatikan dan menjadi prioritas." — Iman Sukri
Ia berharap operasi pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh penumpang kapal ditemukan dalam kondisi selamat. Pencarian akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan dukungan sumber daya yang tersedia.
Operasi SAR masih berlangsung dan tim terus berupaya menemukan seluruh penumpang dan kru dalam kondisi selamat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi Dampak El Nino
Kementerian PU tangani 2.200 lokasi terdampak El Nino hingga 7 Sept 2026, sediakan air bagi 857.725 jiwa dan...
Meta Bekali 200 UMKM dengan AI untuk Tembus Pasar Global
Meta melatih 200 UMKM di Batam, Bandung, dan Jakarta pada 9 Sept 2026 lewat program AI untuk memperluas akse...
Prabowo Ceritakan Atlet Cedera yang Tetap Bertanding Jelang Asian Games 2026
Presiden Prabowo menceritakan atlet yang berlaga meski patah tulang rusuk dan minta kenaikan pangkat; 432 at...
Prabowo: Atlet Indonesia Pantang Menyerah di Asian Games 2026
Presiden Prabowo melepas 432 atlet Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026, meminta mereka tunjukkan sema...
Edukasi dan Patroli Diperkuat untuk Cegah Karhutla di Muara Kaman
PT Surya Hutani Jaya bersama aparat dan masyarakat memperkuat patroli dan edukasi untuk mencegah kebakaran h...
HUT ke-81: RRI Gelar Ramah Tamah untuk Pensiunan
RRI menggelar ramah tamah bagi 150 pensiunan di HUT ke-81 untuk memperkuat silaturahmi dan mengenang masa tu...