Doli Kecam Kasus Pencabulan Anak di Tanjungbalai
JAKARTA — Anggota DPR RI Dapil Sumut III, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengecam keras dugaan pencabulan terhadap anak berusia 12 tahun oleh pasangan suami istri di Kota Tanjungbalai. Pernyataan itu disampaikan Kamis (23/7) setelah kabar kasus viral, dan Doli mendesak penegakan hukum tegas serta upaya perlindungan bagi korban.
Desakan penegakan hukum dan penyelidikan
Doli menyebut perbuatan tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Ia meminta aparat kepolisian segera menahan kedua terduga pelaku serta melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari pihak lain yang mungkin terlibat.
"Itu perbuatan biadab, tidak ada rasa kemanusiaan. Suami isteri harus dihukum seberat-beratnya,"
"Saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menahan dan menyelidiki segera untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam praktik kejahatan itu,"
Doli menegaskan perlunya proses hukum yang cepat agar tidak muncul keresahan di masyarakat dan untuk memastikan keadilan bagi korban.
Permintaan pendampingan korban
Selain proses hukum, Doli mendesak Pemerintah Daerah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), dan instansi terkait memberikan advokasi dan penanganan kepada anak dan keluarga korban. Ia menekankan pentingnya evakuasi, perlindungan psikologis, dan pendampingan medis.
- Penahanan dan penyelidikan pelaku oleh kepolisian
- Penelusuran kemungkinan korban lain
- Advokasi dan penanganan korban oleh pemerintah daerah dan KPAID
- Langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang
Kronologi singkat kejadian
Kasus mencuat setelah beredar kabar bahwa seorang guru SD berinisial AIK diduga menyerahkan siswinya yang berusia 12 tahun kepada suaminya, berinisial D, untuk dicabuli. Rabu (22/7), ratusan warga, didominasi ibu-ibu, mendatangi rumah pasutri di Jalan Burhanuddin, Kecamatan Teluk Nibung, menuntut proses hukum.
Polisi tiba di lokasi untuk mencegah aksi main hakim sendiri dan mencoba mengamankan kedua terduga pelaku. Saat hendak dimasukkan ke mobil petugas, massa sempat memukuli keduanya. Sang suami berhasil dibawa masuk ke mobil, sedangkan sang istri sempat tertinggal dan menjadi sasaran amukan sebelum dievakuasi.
Kedua terduga selanjutnya dibawa ke Polres Tanjungbalai. Setelah penangkapan, ratusan warga kembali mendatangi Mapolres untuk mendesak penanganan hukum yang tegas.
Imbauan dan langkah selanjutnya
Doli mengimbau orangtua yang memiliki informasi atau anak yang pernah menjadi korban agar segera melapor ke pihak berwajib atau ke sekolah. Ia juga menyatakan rencana untuk turun langsung ke Tanjungbalai dalam waktu dekat untuk memantau proses penanganan kasus.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik dan menekankan urgensi penanganan terpadu antara penegak hukum, lembaga perlindungan anak, dan pemerintah daerah agar korban menerima perlindungan dan pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...