Kapolres Akan Periksa Lokasi Dugaan Galian C Ilegal di Dolok
GUNUNG TUA — Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono menyatakan akan turun langsung memeriksa lokasi dugaan galian C ilegal dan pengoperasian mesin stone crusher tanpa izin di Kecamatan Dolok. Pernyataan itu disampaikan saat konfirmasi pada Kamis, 23 Juli, menanggapi laporan masyarakat tentang pengerukan badan sungai secara masif.
Polisi akan cek lokasi
Dhery mengatakan timnya akan mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran informasi dan melihat bukti fisik aktivitas penambangan. Ia menegaskan tindakan itu penting untuk menilai apakah ada pelanggaran hukum dan ancaman terhadap aliran sungai.
“Nanti kami cek ke lokasi, makasih infonya,”
Modus operasi dan dugaan pelanggaran
Satu sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan melaporkan pelaku menggunakan alat berat untuk mengeruk batu kali dan sirtu, baik di bantaran maupun langsung di aliran sungai. Material hasil kerukan kemudian dikumpulkan dan diproses menggunakan mesin stone crusher menjadi material base untuk proyek konstruksi.
“Mereka mengeruk batu kali dan sirtu di pinggir sungai bahkan di dalam sungai. Setelah itu material dikumpulkan lalu digiling menggunakan mesin stone crusher menjadi base,”
Status izin menurut DPMPTSP
Konfirmasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Paluta menunjukkan kegiatan tersebut tidak tercatat memiliki izin. Dengan demikian, kegiatan itu diduga berlangsung tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan tanpa dokumen lingkungan yang dipersyaratkan.
Dampak lingkungan dan hukum
Pengerukan badan sungai dengan alat berat berisiko merusak kelestarian aliran dan habitat air. Pelaksanaan stone crusher permanen di tepi atau tengah sungai juga berpotensi meningkatkan sedimentasi dan polusi, serta mengancam pasokan air bagi masyarakat setempat.
Langkah selanjutnya
Pemantauan polisi di lapangan diharapkan menghasilkan bukti awal untuk langkah penegakan hukum. Selain tindakan kepolisian, pengawasan dari instansi terkait diperlukan untuk memastikan pemulihan lingkungan bila terbukti terjadi perusakan.
Investigasi lanjutan dan verifikasi izin akan menentukan apakah pelaku akan diproses sesuai aturan pertambangan dan perlindungan lingkungan. Masyarakat diimbau tetap memberikan informasi bila menemukan aktivitas serupa untuk mempercepat penanganan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...