Publik Kritik Ketidaktransparanan Data Pengunjung PRSU ke-50
MEDAN — Ketidaktransparanan panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 soal jumlah pengunjung harian mendapat kecaman. Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak keterbukaan data karena kondisi lapangan tampak sepi meski penyelenggaraan sudah memasuki hari ke-20, Kamis (23/7).
Desakan keterbukaan data
Rudi menilai sikap tertutup panitia memperkuat dugaan bahwa realitas PRSU berbeda dari laporan resmi. Sejauh ini panitia belum merilis data pengunjung harian. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap jumlah pengunjung yang sebenarnya.
"Pihak PRSU maupun panitia sejak kemarin-kemarin belum memberikan data berapa jumlah pengunjung setiap harinya... Ini justru menimbulkan kecurigaan bahwa memang pengunjungnya sedikit,"
Kritik terhadap citra positif di media sosial
Rudi mengkritik rilis dan unggahan media sosial panitia yang dinilai hanya menonjolkan citra positif. Menurutnya, materi promosi seperti klaim peningkatan UMKM dan keramaian tidak mencerminkan kondisi di lapangan.
"Postingan-postingan mereka maupun rilis-rilis yang diberikan kepada kita, kalau dibilang ya semuanya berita bagus... Tapi ternyata apa yang mereka sampaikan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan," tegas Rudi.
Dampak pada pelaku UMKM
Rudi menyoroti dampak paling nyata dirasakan pelaku UMKM. Banyak pedagang mengeluarkan modal besar untuk membuka stan, tetapi sepi pembeli. Ia menyebut harga tiket masuk yang dianggap tinggi menjadi salah satu hambatan utama.
"Kasihan UMKM yang ada di dalam. Mereka sudah mengeluarkan dana yang besar... tetapi masyarakat tidak bisa masuk karena harga tiket cukup mahal,"
Rudi mendesak panitia menurunkan harga tiket dan menggencarkan promosi untuk menarik pengunjung. Ia menilai langkah itu lebih efektif daripada mempertahankan kebijakan yang merugikan pelaku usaha kecil.
Seruan evaluasi manajemen PRSU
Lebih jauh, Rudi meminta agar Gubernur Sumatera Utara turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan komisaris pengelola PRSU. Ia mempertanyakan kemampuan pengelola menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kepentingan publik dan UMKM.
"Intinya evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi direktur-direkturnya bersama komisarisnya... Kalau tidak ada perubahan dan tidak mampu memberikan terobosan, lalu apa yang sebenarnya mereka kerjakan?"
Rudi berharap evaluasi dilakukan secara objektif agar PRSU ke depan benar-benar menjadi ajang promosi ekonomi daerah yang mendongkrak transaksi UMKM dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...
Kapolres Binjai Jadi Khatib Salat Jumat, Tegaskan Bahaya Narkoba
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Binjai (6/11), mengingatkan...