Polri Perkuat Penanganan Gempa Flores, Evakuasi Jadi Prioritas
Polri memperkuat penanganan
Koordinasi dan pengerahan personel
Mabes Polri dan Polda NTT langsung berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan operasional terpenuhi. Kapolda NTT memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah terdampak turun ke lapangan bersama unsur terkait.
Polri menyiapkan pasukan SAR Brimob, dukungan dari Polda NTB dan Polda Bali, serta pasukan tambahan yang bergerak sesuai kebutuhan. Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) SAR Brimob dijadwalkan berangkat Sabtu malam dari Pasukan Pelopor.
Evakuasi, SAR, dan identifikasi korban
Evakuasi dan penyelamatan menjadi prioritas. Tim kesehatan, DVI, dan K9 disiapkan untuk pencarian serta identifikasi korban pada lokasi yang mengalami keruntuhan.
"Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Mabes Polri dan Polda NTT terus berkoordinasi,"
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa dukungan difokuskan pada percepatan penyelamatan dan pertolongan. Enam personel kesehatan dan dokter turut diberangkatkan bersama pasukan.
Logistik, posko, dan sarana transportasi
Polda NTT membentuk posko bantuan di lokasi aman untuk memberikan pelayanan dan distribusi bantuan. Mabes Polri juga membuka posko pusat untuk memantau perkembangan secara terpusat.
- 10 set tenda pleton
- 10 unit WiFi portabel
- 240 dus makanan cepat saji
- Pesawat CN-295 Polri dari Pondok Cabe untuk pengiriman
Kapal tipe A terdekat dan sarana udara disiapkan untuk mobilisasi bantuan sesuai kondisi lapangan. Distribusi awal disesuaikan pemetaan kebutuhan dan akses menuju wilayah bencana.
Hambatan di lapangan dan imbauan informasi
Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung bertahap. Gangguan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Flores menjadi kendala pengumpulan data dan koordinasi.
"Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Data korban dan kerusakan masih terus dihimpun serta diverifikasi,"
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi. Informasi keliru, kata Polri, berpotensi mengganggu proses evakuasi dan penanganan.
Sinergi antarlembaga dan langkah ke depan
Polri berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, dan BPBD untuk mempercepat respons darurat. Dukungan pusat akan terus disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Keselamatan masyarakat ditegaskan sebagai prioritas utama. Pengerahan personel dan logistik akan dioptimalkan seiring perkembangan situasi di Flores.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa 7,7 Guncang Nagekeo NTT: 38 Tewas, 2.000 Mengungsi
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT; BNPB catat 38 tewas dan sekitar 2.000 warga mengungsi mandiri....
Puan Minta Perlindungan Wisatawan Labuan Bajo Pascagempa NTT
Puan minta pemerintah cepat bantu wisatawan dan warga terdampak gempa di Labuan Bajo, memastikan pengungsian...
BMKG: 235 Gempa Susulan di Flores, Peluruhan Diperkirakan 2-3 Minggu
BMKG catat 235 gempa susulan pasca gempa magnitudo 7,7 di utara Flores; peluruhan alami diperkirakan 2–3 min...
Gempa Flores Rusak 5 Bandara, Ditjen Hubud Periksa Fasilitas
Ditjen Perhubungan Udara periksa fasilitas lima bandara di Flores pascagempa 7,0 pada 15 Agustus 2026 untuk...
Wapres Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka untuk HUT ke-81 RI
Wapres Gibran mengukuhkan 76 calon Paskibraka pada 15 Agustus 2026 untuk bertugas pada pengibaran bendera HU...
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: 38 Tewas, Ribuan Mengungsi
Gempa magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 menewaskan 38 orang; ribuan mengungsi dan fasilitas publik t...