Sumut Tanam Mangrove Serentak di Serdang Bedagai 2026
Serdang Bedagai, Sumut — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama masyarakat dan organisasi lingkungan menggelar penanaman mangrove serentak pada 26 Juli 2026 di Pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala. Kegiatan ini memperingati Hari Mangrove Sedunia dengan tema nasional “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”.
Penanaman serentak di Serdang Bedagai
Acara di Sumatera Utara mengangkat tema “Kolaborasi Sumut Berkah” dan melibatkan DLHK Provinsi Sumut, NGO Yakopi, BPDAS Wampu Sei Ular, penggiat lingkungan, serta PPIU Sumut melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Kegiatan hari ini menandai penanaman bersama seluas 8 hektare di Desa Bagan Kuala.
Secara kumulatif, Kabupaten Serdang Bedagai telah merehabilitasi mangrove di lima lokasi dengan total 83 hektare. Penanaman ini ditujukan memperkuat fungsi pesisir sebagai pelindung abrasi dan penyimpan karbon biru.
Capaian Program M4CR
Program M4CR mencatat capaian selama tiga tahun terakhir melalui skema Matching Grants. Program ini memberdayakan 19 Kelompok Tani Hutan (KTH) di lima kabupaten untuk rehabilitasi dan penanaman mangrove.
“Selama tiga tahun terakhir, dari 2024 hingga 2026, kita telah berhasil merehabilitasi dan menanam mangrove seluas 1.455 hektare. Rinciannya, 636 hektare di tahun 2024, 322 hektare di tahun 2025, dan 497 hektare di tahun 2026.”
— Aditya Wahyu Putra, Program Manager PPIU Sumut.
| Tahun | Luas (hektare) |
|---|---|
| 2024 | 636 |
| 2025 | 322 |
| 2026 | 497 |
| Total | 1.455 |
Peran masyarakat dan penghargaan
Kepala DLHK Provinsi Sumut menekankan bahwa rehabilitasi mangrove berhasil karena upaya gotong royong berbagai pihak. Masyarakat pesisir berperan sebagai garda terdepan pelestarian ekosistem ini.
“Mudah-mudahan kegiatan sederhana ini menjadi kenangan yang dapat diwariskan kepada anak cucu kita. Menjaga mangrove berarti menjaga kawasan pesisir yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di masa depan. Mari kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hari ini.”
— Heri Wahyudi Marpaung, Kepala DLHK Provinsi Sumut.
Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (Yakopi) menyerahkan Mangrove Awards untuk tokoh dan kelompok berprestasi. Kategori penghargaan meliputi:
- Kepala Desa Terbaik
- Kelompok Restorasi Terbaik
- Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik
Edukasi dan peran generasi muda
Keberlanjutan mangrove sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. M4CR PPIU Sumut dan Yayasan SPEAK Indonesia memperkuat strategi komunikasi dan edukasi untuk menjangkau anak muda dengan cara yang relevan dan mudah dipahami.
Momentum Hari Mangrove Sedunia ini menjadi pengingat bahwa aksi kecil—mulai dari menanam hingga menyebarkan informasi—berdampak pada ketahanan pesisir di masa depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Korban Tenggelam di Nagan Raya Ditemukan Meninggal
Jenazah Hamdani (42) ditemukan Minggu 20/9 sekitar 11.45 WIB, 100 meter dari lokasi hilang di Desa Agoi Kari...
Bendungan Lau Simeme Dimulai, DPRD Minta Perencanaan Pengendalian Banjir
DPRD Medan menyambut pengisian awal Bendungan Lau Simeme dan mendorong Pemko Medan susun perencanaan pengend...
Aceh Timur Tekuk Lhokseumawe 3-1 di GSI Provinsi Aceh
Aceh Timur menang 3-1 atas Lhokseumawe di GSI Provinsi Aceh, Sabtu (19/9), dengan dua gol dari Muhammad Alfa...
DKP Aceh Salurkan Ikan Segar di Kuta Cot Glie untuk Tingkatkan Gizi
DKP Aceh menyalurkan bantuan ikan segar di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk membantu pemenuhan gizi ibu hami...
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Aceh Besar, mulai beroperasi 19 September dan mengairi lebih dari...
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...