Lokal

Polres Sergai Musnahkan 100,03 g Sabu dan 19 Pil Ekstasi

Bagikan:
Pemusnahan barang bukti narkoba oleh Polres Serdang Bedagai di Sei Rampah

Polres Serdang Bedagai (Sergai) memusnahkan barang bukti narkotika berupa 100,03 gram sabu dan 19 butir pil ekstasi (6,36 gram) pada Senin, 25 Mei 2026, di Aula Satresnarkoba Mapolres Sergai, Sei Rampah. Kegiatan dipimpin oleh Kapolres AKBP Jhon Herry Rakuta Sitepu melalui Kasat Resnarkoba AKP Erickson David Hutauruk, dan dihadiri perwakilan BNN, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta personel Puslabfor Polda Sumut.

Pemusnahan barang bukti

Pemusnahan dilakukan sebagai tindak lanjut pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan seorang tersangka berinisial MY (57), warga Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil pemeriksaan laboratorium dan penindakan kepolisian pada April 2026.

Kronologi penangkapan

Kasat Resnarkoba AKP Erickson David Hutauruk menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari penyelidikan oleh personel Satresnarkoba dengan metode undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli. Setelah pemesanan dan pengecekan lokasi, petugas melakukan penindakan dan mengamankan tersangka beserta barang bukti.

“Dari hasil penindakan, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 100,30 gram, satu bungkus plastik klip berisi 19 butir pil ekstasi warna jingga dengan berat bruto 6,66 gram dan berat bersih 6,36 gram setelah dilakukan penimbangan laboratorium, serta satu unit telepon genggam merek Realme,”

Rincian barang bukti

Berikut rincian barang bukti yang dimusnahkan sesuai hasil penimbangan laboratorium:

Jenis Barang Jumlah Berat Bruto Berat Bersih
Sabu 1 paket 100,30 g
Pil Ekstasi (warna jingga) 19 butir 6,66 g 6,36 g
Telepon genggam 1 unit (Realme)

Proses hukum dan ancaman pidana

AKP Erickson menyatakan tersangka MY dikenakan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana sesuai pasal tersebut berkisar dari minimal enam tahun penjara hingga hukuman seumur hidup atau mati, tergantung bukti dan beratnya perkara.

Metode pemusnahan dan transparansi

Pemusnahan dilakukan dengan melarutkan narkotika menggunakan blender bersama personel Puslabfor Polda Sumut, kemudian hasil larutan ditanam di area sekitar Satresnarkoba Polres Sergai. Menurut pihak kepolisian, langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dalam penanganan perkara narkotika.

“Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara melarutkan narkotika menggunakan blender bersama personel Puslabfor Polda Sumut, kemudian hasil larutan ditanam di area sekitar Satresnarkoba Polres Sergai sebagai bentuk transparansi penanganan perkara narkotika,”

Kasus ini memperlihatkan upaya aparat di daerah untuk memberantas peredaran narkotika. Proses hukum terhadap tersangka masih berlanjut sesuai prosedur penyidikan dan persidangan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait