Nasional

Sembilan Ruas Jalan Flores Kembali Fungsional Pascagempa

Bagikan:
Alat berat membersihkan longsor di Jalan Trans Flores pascagempa NTT

Menteri Pekerjaan Umum memastikan proses pemulihan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur dipercepat agar akses masyarakat segera pulih. Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional terdampak gempa telah kembali fungsional, termasuk jalur utama Trans Flores dan ruas Ruteng–Reo–Kedindi.

Pemulihan akses dan cakupan ruas

Delapan ruas yang dibuka kembali merupakan bagian dari Trans Flores, membentang dari Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere. Selain itu, ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga dapat dilintasi setelah penanganan lapangan.

Pemulihan jalan menjadi prioritas untuk menjaga mobilitas warga dan distribusi bantuan pascagempa. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT memimpin upaya pembukaan akses dan pembersihan material longsor.

Data kerusakan dan permintaan koordinasi

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo pada 17 Agustus 2026, Menteri Dody Hanggodo meminta data titik kerusakan agar tim kementerian bisa segera turun ke lapangan.

"Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, mengecek satu per satu dan langsung bekerja,"

Permintaan data bertujuan mempercepat verifikasi kerusakan dan penentuan prioritas penanganan bersama pemerintah daerah.

Upaya teknis di lapangan

BPJN NTT telah menanggulangi sejumlah longsoran dan kerusakan badan jalan. Detail tindakan teknis yang telah dilakukan meliputi:

  • Penanganan 40 titik longsoran sehingga kembali fungsional bagi lalu lintas.
  • Perbaikan pada 4 titik patahan badan jalan.
  • Mobilisasi 7 excavator dan 4 loader untuk pembersihan material longsor dan perbaikan medan.

Kementerian menegaskan penanganan sementara difokuskan pada keselamatan masyarakat dan akses darurat.

Status jembatan dan prioritas perbaikan

Sampai saat ini, lima titik jembatan dan beberapa plat duiker mengalami kerusakan namun masih memungkinkan untuk difungsikan sementara. Pemerintah daerah diminta menetapkan lokasi prioritas untuk perbaikan permanen.

"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kita yang mulai kerjakan. Kewajiban kami dari pusat bahwa memang membantu dan pak bupati sebagai mewakili membantu menjaga dan mana yang akan kita kerjakan,"

Penutup: kelanjutan pemulihan

Proses pemulihan akan terus dipantau dan disesuaikan dengan laporan lapangan. Kementerian PU dan BPJN NTT menyatakan komitmen memberi dukungan teknis dan sumber daya untuk memastikan akses serta mobilitas masyarakat di Flores pulih sepenuhnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait