Lokal

Pemugaran Makam dr. Djasamen Saragih Diresmikan di Simalungun

Bagikan:
Bupati Anton Saragih dan Wali Kota Wesly Silalahi saat peresmian makam dr Djasamen Saragih

SIMALUNGUN — Bupati Simalungun, Dr H. Anton Achmad Saragih, meresmikan pemugaran makam dr. Djasamen Saragih di Nagori Aman Raya, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8). Upaya ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap jasa sang dokter pertama asal Simalungun dan untuk menjaga warisan sejarah daerah.

Prosesi peresmian dan ziarah

Peresmian diawali dengan penyambutan adat Simalungun dan kehadiran sejumlah pejabat, antara lain Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, serta tokoh adat, cendekiawan, keluarga besar almarhum, dan perwakilan masyarakat.

Setelah prosesi adat, rombongan melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam. Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati sebagai tanda makam telah resmi dipugar dan dibuka untuk umum.

Siapa dr. Djasamen Saragih?

dr. Djasamen Saragih dikenal sebagai putra Simalungun pertama yang meraih gelar kedokteran pada era 1930-an, ketika akses pendidikan tinggi sangat terbatas bagi putra daerah. Nama dan jasanya kini juga diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di Pematangsiantar.

Pernyataan keluarga dan tokoh

Mewakili keluarga, Patra Saragih mengenang perjuangan sang leluhur untuk menjadi dokter di masa sulit. Ia menegaskan komitmen keluarga menjaga makam sebagai bentuk penghormatan.

“Perjuangan beliau menjadi seorang dokter pada masa itu bukanlah hal yang mudah. Sebagian besar keluarga kini berdomisili di Jakarta, namun kami berjanji tetap menjaga dan merawat makam ini sebagai penghormatan abadi,”

Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun, dr. Sarmedi Purba, mengingatkan pentingnya melestarikan sejarah agar keteladanan tidak hilang dari generasi muda.

“Perjuangan dr. Djasamen Saragih diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita. Kami juga mengapresiasi keluarga besar yang tetap menjaga warisan sejarah ini sehingga nilai-nilai perjuangan beliau tetap hidup,”

Makna peresmian dan rencana pengembangan

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyatakan bahwa peresmian ini menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan pengabdian. Dalam sambutannya ia menyampaikan pentingnya menghargai pendahulu sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendahulunya, menjaga jejak sejarahnya, dan mewariskan nilai-nilai mulia kepada generasi penerus,”

Bupati Simalungun menekankan tiga nilai utama yang diwariskan sang dokter: keberanian menjadi yang pertama, semangat mengabdi tanpa membeda-bedakan, dan selalu ingat asal-usul. Ia mendorong Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Pendidikan untuk memasukkan kisah perjuangan dr. Djasamen Saragih ke muatan lokal sejarah di sekolah.

“Makam Keluarga Almarhum dr. Djasamen Saragih di Nagori Aman Raya, secara resmi saya nyatakan telah diresmikan.”

Bupati berharap makam tidak hanya menjadi tempat ziarah keluarga, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata sejarah dan pendidikan yang memperkenalkan nilai-nilai Habonaron Do Bona kepada generasi muda.

Peresmian ini menjadi simbol kuat agar warisan sejarah, budaya, dan semangat pengabdian para tokoh pendahulu terus dijaga dan dijadikan fondasi pembangunan Simalungun yang lebih maju dan berkarakter.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait