Hasto: Pemilu Harus Bebas Intervensi untuk Jaga Demokrasi
SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan kualitas demokrasi Indonesia hanya terjaga jika pemilu berlangsung bebas, jujur, dan adil tanpa intervensi kekuasaan. Pernyataan itu disampaikan sebelum menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Pangi Syarwi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (20/7/2026).
Sidang promosi dan tokoh yang hadir
Sidang terbuka itu dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi. Hadir antara lain Ganjar Pranowo, Mohamad Guntur Romli, serta Deni Wicaksono dari struktur PDI Perjuangan Jawa Timur.
Pangi mempertahankan disertasi berjudul Suatu Studi tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Split Ticket Voting pada Pemilu Serentak di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian melibatkan 1.600 responden untuk menganalisis pengaruh orientasi isu, personalisasi kandidat, identifikasi partai, dan kesamaan orientasi kepentingan.
Ancaman intervensi terhadap demokrasi
Hasto menilai intervensi negara atau penyalahgunaan kekuasaan mengikis kepercayaan publik terhadap proses politik. Ia mengatakan pelembagaan partai dan netralitas institusi menjadi kunci agar demokrasi tidak bergantung pada figur atau modal semata.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan institusi politik yang kuat, partai yang terlembaga, serta pemilu yang berlangsung tanpa intervensi negara maupun penyalahgunaan kekuasaan,"
Pelajaran sejarah: Peristiwa 27 Juli 1996
Hasto mengaitkan pernyataannya dengan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996. Ia menyebut peristiwa itu sebagai pengingat bagaimana campur tangan kekuasaan dapat merusak kebebasan berserikat dan independensi partai.
Menurutnya, otoritarianisme tidak selalu tampak sebagai kekerasan terbuka. Bentuknya kini bisa muncul melalui pembatasan kritik, pelemahan masyarakat sipil, penggunaan hukum secara selektif, dan kontrol ruang publik.
Rekomendasi untuk menjaga proses pemilu
Hasto menekankan seluruh tahapan pemilu harus dijaga independensinya. Ia menyebut beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian khusus:
- Penyusunan regulasi pemilu yang transparan dan partisipatif
- Pencalonan dan kampanye yang berlangsung adil tanpa penggunaan fasilitas negara
- Proses pemungutan dan penghitungan suara yang akurat dan dapat diawasi
- Netralitas seluruh institusi negara untuk memberikan kesempatan politik yang setara
Hasto juga mengingatkan bahwa stabilitas yang dibangun dengan membungkam kritik bukanlah stabilitas demokratis. Kritik, checks and balances, serta alternatif kebijakan adalah bagian dari fungsi demokrasi yang sehat.
Implikasi dan langkah ke depan
Hasto menyatakan PDI Perjuangan akan mendorong budaya akademik, pendidikan politik, dan kaderisasi sebagai upaya memperkuat demokrasi. Ia menekankan pentingnya membangun partai yang terlembaga, memiliki kepemimpinan berideologi, dan menghormati kebebasan berpikir.
Menurutnya, yang akan dikenang sejarah bukan lamanya kekuasaan, melainkan apakah kekuasaan tersebut memperkuat atau melemahkan demokrasi. Oleh karena itu, pemilu harus dijaga tanpa intervensi dan kebebasan berpendapat harus terus dijaga sebagai napas demokrasi Indonesia.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
RedTalks: Nasionalisme Generasi Muda Dibahas di Malang
RedTalks di Malang (25 Juli 2026) mengajak generasi muda diskusikan nasionalisme di era digital dan merumusk...
RedTalks: Nasionalisme Tanpa Batas Generasi Digelar di Malang
DPD PDI Perjuangan Jatim gelar RedTalks di Malang, 25 Juli 2026, untuk membahas nasionalisme lintas generasi...
Nobar Dini Hari di Blitar Satukan Warga Saat Final Piala Dunia
Ratusan warga memadati halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dini hari untuk nobar final Piala Dunia...
PDIP DPRD Madiun Terima Raperda APBD 2025, Soroti SiLPA Rp154,8 M
Fraksi PDIP DPRD Kota Madiun menerima Raperda APBD 2025 namun menyorot SiLPA Rp154,795 miliar dan meminta pe...
Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi Kekuasaan
Hasto Kristiyanto menegaskan pemilu harus bebas dari intervensi kekuasaan agar kualitas demokrasi Indonesia...
PDI Perjuangan Blitar targetkan Musran rampung sebelum 17 Agustus 2026
DPC PDI Perjuangan Blitar menargetkan Musran di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 untuk konsolida...