NASA Pemetaan Pusat Bima Sakti dengan Hubble dan Roman
NASA memulai program pemetaan pusat galaksi Bima Sakti dengan memadukan data awal dari Teleskop Hubble dan observasi masa depan dari Nancy Grace Roman Space Telescope. Roman direncanakan diluncurkan paling cepat pada September 2026 dan akan memperluas survei di wilayah galactic bulge untuk memetakan jutaan bintang serta menemukan ribuan eksoplanet.
Rencana observasi dan jadwal
Survei inti akan menargetkan area pusat galaksi yang sangat padat bintang. Menurut tim, observasi utama Roman dibagi dalam enam periode, masing-masing berlangsung selama 72 hari. Selama periode ini, Roman akan memotret wilayah galactic bulge setiap 12 menit untuk menangkap perubahan cepat.
Kemampuan lapang pandang Roman yang lebih luas dan tempo pengamatan yang cepat diharapkan meningkatkan peluang penemuan objek langit yang jarang terdeteksi dengan teleskop sebelumnya.
Teknik yang dipakai: microlensing
Untuk mendeteksi planet dan objek kecil, tim menggunakan teknik microlensing. Teknik ini memanfaatkan pembelokan cahaya akibat gravitasi saat sebuah objek melintas di depan sumber cahaya lebih jauh. Metode ini sensitif terhadap objek kecil, termasuk planet seukuran Mars dan benda gelap seperti bintang neutron.
Dengan pengambilan gambar tiap 12 menit, Roman dapat menangkap peristiwa microlensing singkat dan meningkatkan deteksi planet "liar" yang mengembara tanpa bintang induk.
Peran Hubble sebagai fondasi data
Sebelum Roman beroperasi, para astronom sudah mengumpulkan data awal menggunakan Hubble sejak 2025. Data ini berfungsi sebagai baseline untuk membandingkan kondisi bintang sebelum dan saat terjadi fenomena microlensing. Perbandingan tersebut penting untuk memastikan identifikasi objek dan mengukur parameter fisik secara akurat.
Peneliti dari University of Maryland dan Goddard Space Flight Center, Sean Terry, menyatakan prioritas survei adalah memaksimalkan cakupan langit agar hasilnya komprehensif bagi studi populasi bintang dan planet di pusat galaksi.
Dampak ilmiah dan prospek
Gabungan data Hubble dan Roman berpotensi memetakan jutaan bintang di galactic bulge dan menemukan ribuan eksoplanet, termasuk ratusan planet pengembara. Temuan ini akan memperkaya pemahaman tentang formasi planet dan evolusi galaksi.
Ke depan, hasil survei akan menjadi sumber data penting bagi studi dinamik pusat galaksi, populasi objek gelap, dan frekuensi planet di lingkungan bintang padat. Operasional Roman dipantau ketat oleh komunitas astronomi untuk memaksimalkan buah ilmiahnya.
Berita Terkait
Redea Institute-Taruna Nusantara Cimahi Perkuat Sinergi Pendidikan
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi menandatangani MoU untuk meningkatkan mutu akademik dan persiapa...
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi resmi teken MoU untuk perkuat kualitas akademik, pelatihan guru,...
13 Finalis Speaking Contest 2026 Siap Adu Gagasan soal AI
Sebanyak 13 finalis dari siswa, mahasiswa, dan guru akan tampil pada Grand Finale Speaking Contest 2026, men...
Menteri Kenalkan Wolvesight: Aplikasi Keamanan Digital AI
Menteri Ekraf luncurkan Wolvesight, platform keamanan digital AI anak bangsa, sebagai bagian penguatan fonda...
Pola Cuaca Bergeser, Prakiraan Makin Sulit Akibat Pemanasan Global
Dwikorita: pola cuaca historis terganggu dan prakiraan makin sulit karena pemanasan global mempercepat siklu...
Esa Unggul dan ASU Luncurkan International College di Jakarta
Universitas Esa Unggul luncurkan International College bersama Arizona State University pada 4 Juni 2026, me...