Nasional

Sepekan Pemadaman Listrik di Sumut, 3-4 Jam per Periode

Bagikan:
Pekerja PLN mendirikan tower darurat transmisi di Sumatera Utara

PT PLN (Persero) mengumumkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sumatera Utara selama satu pekan menyusul rusaknya 12 tower transmisi akibat hujan lebat dan angin kencang pada 4 Juni 2026. Pemadaman dijadwalkan berlangsung 1-2 kali sehari dengan durasi 3-4 jam setiap periode untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan tower darurat.

Alasan pemadaman dan kerusakan transmisi

Kerusakan terjadi saat cuaca ekstrem pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 20.03 WIB yang merusak belasan tower jalur transmisi. Akibatnya, pasokan listrik di beberapa wilayah mengalami gangguan sehingga perlu pengaturan ulang sistem distribusi.

Jadwal dan wilayah terdampak

PLN menyatakan pola pemadaman dilakukan secara bergantian untuk menstabilkan sistem. Durasi tiap pemadaman diperkirakan 3-4 jam dan berpotensi muncul 1-2 kali dalam sehari selama sepekan ke depan.

  • Kota Medan
  • Binjai
  • Deli Serdang
  • Sergai (Sergai)
  • Langkat

"Pola pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian dan berpotensi terjadi 1-2 kali dalam sehari. Durasi pemadaman listrik akan berlangsung 3-4 jam setiap periode,"

pernyataan itu disampaikan oleh Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumut, Darma Saputra, pada 6 Juni 2026.

Upaya perbaikan dan target penyelesaian

PLN sedang mendirikan Tower Emergency di jalur SUTET 275 kV untuk mempercepat pemulihan. Pendirian tower darurat menjadi prioritas agar aliran listrik kembali stabil lebih cepat.

"Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target,"

kata Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatra, Yenti Elfina. PLN menargetkan penyelesaian tower darurat pada 14 Juni 2026, bergantung pada kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan.

Pengaturan pasokan dan pemantauan

Menurut Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumut, Efron Lumban Gaol, pengaturan pasokan dilakukan terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem. Tim PLN memantau kondisi secara real-time dan berupaya meminimalkan dampak kepada pelanggan.

"Kami terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan,"

Kritik dan tuntutan keterbukaan

Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut menyoroti keandalan sistem kelistrikan setelah peristiwa blackout di Sumatra pada 22 Mei 2026. Ketua LAPK, Padian Adi S Siregar, meminta penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman berulang dan langkah pemulihan yang dilakukan PLN.

"Fakta bahwa pemadaman masih terus terjadi memperlihatkan masih adanya persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,"

Penutup

PLN telah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mempersiapkan kebutuhan listrik selama jam-jam pemadaman dan mengikuti informasi resmi dari PLN sampai sistem kembali stabil.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait