Pemadaman Listrik di Medan, Hotel Penuhi Warga hingga Okupansi 100%
Ribuan warga Kota Medan memilih menginap di hotel setelah pemadaman listrik yang terjadi, sehingga beberapa hotel melaporkan okupansi mencapai 100 persen hanya dalam hitungan jam. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam dan berlanjut hingga Sabtu (23/5), memaksa keluarga dan pekerja mencari tempat dengan listrik dan air yang stabil.
Lonjakan hunian mendadak
Di Hotel GranDhika Setiabudi Medan, Personal Assistant to GM & Public Relations Executive Nurul mengatakan tingkat hunian langsung meningkat drastis setelah listrik padam. Dari keterangan pihak hotel, semua 121 kamar yang tersedia ludes terjual sejak malam sebelumnya.
“Okupansi sebelumnya memang sudah bagus. Tetapi setelah listrik padam, masyarakat langsung menyerbu hingga okupansi menjadi penuh 100 persen,”
Nurul menambahkan hotel sudah penuh pada pukul 18.45 WIB. “Sekitar satu jam setelah listrik padam langsung full,” ujarnya.
Hotel lain juga penuh, warga butuh listrik dan air
Situasi serupa terjadi di Grand Mercure Medan Angkasa. Marketing Communications Tinera Siburian menyatakan hotelnya semula terisi sekitar 60 persen, namun sisa kamar habis dipesan karena kebutuhan fasilitas dasar seperti listrik dan air.
“Sejak semalam langsung penuh karena pemadaman. Okupansi sampai 100 persen,”
Tinera menjelaskan mayoritas tamu adalah keluarga, termasuk anak kecil, serta warga yang berencana bekerja dari rumah tetapi terhalang oleh pemadaman dan gangguan air.
Operasional genset dan pasokan bahan bakar
Kedua hotel memastikan operasi genset berjalan untuk menjaga kenyamanan tamu. Namun pihak hotel mengakui kapasitas genset terbatas sehingga penggunaannya harus efisien agar pasokan listrik tetap stabil.
Grand Mercure bahkan menyiapkan persediaan solar untuk beberapa hari ke depan sebagai antisipasi agar pelayanan terhadap tamu tetap aman dan tidak terganggu.
Implikasi dan langkah ke depan
Pemadaman yang memaksa warga mencari penginapan menyoroti kebutuhan layanan publik yang andal. Selain berdampak pada bisnis perhotelan, peristiwa ini juga menimbulkan beban tambahan untuk pengelolaan bahan bakar genset dan pelayanan tamu.
Ke depan, kebutuhan akan mitigasi gangguan listrik dan kesiagaan fasilitas umum akan menjadi sorotan bagi warga dan pengelola kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sie Propam Gelar Opsgaktibplin di Polres dan Polsek Pematangsiantar
Sie Propam Polres Pematangsiantar melaksanakan Opsgaktibplin pada 21 Juli 2026 untuk menertibkan penampilan,...
Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman Sabu 24 Kg di Tol Asahan
Polrestabes Medan menggagalkan pengiriman sabu 24 kg di Jalan Tol Asahan dan menangkap satu pelaku, hasil pe...
Unit Jatanras Polres Langsa Tangkap Pelaku Curas, Dua Ponsel Disita
Unit Jatanras Polres Langsa menangkap ER (25) di Gampong Asam Peutik dan mengamankan dua ponsel hasil pencur...
HBA ke-66: Kejari Deliserdang Tekankan Jaksa Profesional dan Berintegritas
Kejari Deliserdang memperingati HBA ke-66 dengan tema profesionalisme, integritas, dan humanis, diwarnai doa...
FKIP Universitas Royal Latih Siswa SMP Alam Leuser Ecoprint
Tim FKIP Universitas Royal mengadakan pelatihan ecoprint teknik pounding di SMP Alam Leuser untuk kembangkan...
SIPP PN Medan Rusak, Akses Informasi Persidangan Terganggu
SIPP PN Medan tidak bisa diakses sejak 23 Juli, mengganggu akses jadwal sidang dan informasi perkara bagi pe...