Wali Kota Langsa Tinjau DAS Krueng Langsa, Minta Pengerukan Segera
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE menelusuri langsung Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa menggunakan perahu rescue BPBD, Kamis (21/5), untuk memeriksa kondisi aliran sungai yang sering memicu luapan air ke pemukiman. Peninjauan bertujuan memetakan pendangkalan, penyumbatan sampah, dan kerusakan tanggul sebagai langkah antisipasi banjir.
Peninjauan lapangan dan temuan
Jeffry turun bersama jajaran pemerintah kota untuk melihat kondisi riil sungai, bukan hanya memantau dari meja. Tim yang ikut antara lain:
- Plt. Kalaksa BPBD Dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM
- Kepala Dinas PUPR
- Plt. Dirut PDAM
- Para camat se-Kota Langsa
- Geuchik Pondok Kemuning
Dalam penelusuran, ditemukan endapan lumpur dan tanah yang menumpuk hingga menggunung sehingga kedalaman sungai berkurang drastis. Selain endapan, tim juga mencatat banyaknya sampah dan penutup jalur oleh bambu yang menghambat aliran.
"Kalau nanti memang diperlukan pengerukan, semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan cepat selesai, agar risiko banjir di masa depan bisa berkurang dan warga sekitar lebih aman,"
Rencana pengerukan dan kebutuhan alat
Jeffry memerintahkan Kepala Dinas PUPR untuk segera mengajukan rencana pengerukan, termasuk penetapan standar lebar sungai sekitar sepuluh meter dan perhitungan biaya serta kebutuhan alat berat. Ia menilai penggunaan dua atau tiga alat berat sekaligus dapat mempercepat pekerjaan dan meningkatkan hasil.
"Kalau pakai dua atau tiga alat berat sekaligus, pekerjaan akan jauh lebih cepat selesai dan hasilnya pun lebih maksimal,"
Koordinasi antar-pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat
Karena sebagian sungai termasuk wilayah pengelolaan Provinsi Aceh, Pemko Langsa akan mengajukan permohonan dukungan anggaran dan koordinasi ke pemerintah provinsi maupun pusat. Peninjauan ini juga berguna untuk memetakan titik-titik tumpukan sampah dan bambu sebagai dasar pelaksanaan Telusur Sungai dan antisipasi banjir.
"Sepanjang aliran sungai yang dianggap penting akan menjadi fokus utama demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, meski anggaran daerah terbatas,"
"Yang dapat kita tangani akan segera kita tangani, yang belum tertangani oleh daerah akan kita laporkan ke provinsi, bahkan kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,"
Pemko Langsa juga mengimbau warga meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan bantaran sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan langkah darurat bila terjadi banjir. Dengan koordinasi yang baik dan partisipasi masyarakat, risiko serta dampak banjir diharapkan dapat diminimalisir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemko Langsa Gelar Halaqah Ulama Dukung 22 Program Langsa Juara
Pemko Langsa menggelar Halaqah Ulama 2026 untuk memperkuat peran ulama mendukung implementasi 22 Program Ung...
Sungai Batang Sosa Berubah Coklat Diduga Tercemar Limbah PKS
Sungai Batang Sosa di Padanglawas berubah coklat pada 7 Juli; warga menduga akibat limbah PKS dan minta DLHK...
Bupati Simalungun Bawa Pelayanan Terpadu ke Raya Kahean
Bupati Simalungun kunjungi dua nagori di Raya Kahean, hadirkan pelayanan terpadu, pasar murah, dan paket ban...
Kebakaran Lahap Losmen dan 3 Rumah di Sinabang, Simeulue
Satu losmen dan tiga rumah di Sinabang, Simeulue, ludes terbakar dini hari; tak ada korban jiwa, kerugian di...
Sumut Siapkan SMK Pariwisata Boarding di Samosir, Biaya Ditanggung Pemprov
Gubernur Bobby Nasution umumkan SMK Pariwisata boarding di Samosir; lahan dan DED siap, semua biaya ditanggu...
Panitia: Harga Tiket PRSU 2026 untuk Dukung Ekonomi Kreatif
Panitia PRSU 2026 mengatakan HTM bukan sekadar akses, melainkan dukungan untuk ekonomi kreatif dan pelestari...