Humbahas Dorong Koperasi Desa Jadi Pemasok Utama SPPG
Kabupaten Humbang Hasundutan mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi mitra utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemasok bahan baku untuk dapur MBG. Pernyataan itu disampaikan Bupati Oloan Paniaran Nababan saat Rapat Koordinasi SPPG se-Humbahas di Doloksanggul, Jumat (22/5).
Tujuan sinergi KDMP dan SPPG
Rapat menegaskan peran strategis KDMP sebagai agregator hasil desa. Tujuannya untuk memastikan pasokan bahan gizi terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus diharapkan memperkuat ekonomi pedesaan.
Peran KDMP sebagai pemasok bahan baku
Pemerintah daerah mengikuti kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan KDMP sebagai mitra strategis untuk SPPG di wilayah pedesaan. Dalam praktiknya, KDMP akan menyalurkan hasil pertanian dan peternakan lokal ke dapur MBG.
- Bahan karbohidrat (beras, sagu, dan sejenisnya)
- Sumber protein (daging, ikan, telur, dan olahannya)
- Buah-buahan dan sayuran segar
Peran ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan setempat sekaligus menjamin kualitas bahan baku untuk program pemenuhan gizi.
MoU operasional dan koordinasi
Bupati menekankan pentingnya Nota Kesepahaman (MoU) antara KDMP dan pengelola SPPG. MoU dimaksud diharapkan memperjelas mekanisme penyaluran dan komitmen mutu.
"Melalui Nota Kesepahaman (MoU) operasional langsung dengan pengelola SPPG, KDMP diharapkan menjadi pemasok utama bahan baku untuk dapur umum SPPG sehingga penguatan ekonomi desa mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan lokal," ujar Bupati Oloan Paniaran Nababan.
Selain MoU, Bupati meminta seluruh pihak terkait terus berkoordinasi. Forum rakor dimanfaatkan untuk menyamakan pemahaman, mengatasi kendala logistik, serta memperkuat sinergi program.
Dampak dan harapan ke depan
Dengan sinergi KDMP dan SPPG, pemerintah daerah berharap program pemenuhan gizi berjalan efektif menjelang target generasi emas 2045. Selain itu, alur pemasokan lokal diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan di Humbahas.
Seluruh pihak diingatkan untuk memanfaatkan forum koordinasi sebagai wadah penyelesaian masalah operasional dan peningkatan kualitas pasokan. Keberlanjutan kerja sama ini menjadi kunci keberhasilan program gizi dan kesejahteraan desa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemko Langsa Gelar Halaqah Ulama Dukung 22 Program Langsa Juara
Pemko Langsa menggelar Halaqah Ulama 2026 untuk memperkuat peran ulama mendukung implementasi 22 Program Ung...
Sungai Batang Sosa Berubah Coklat Diduga Tercemar Limbah PKS
Sungai Batang Sosa di Padanglawas berubah coklat pada 7 Juli; warga menduga akibat limbah PKS dan minta DLHK...
Bupati Simalungun Bawa Pelayanan Terpadu ke Raya Kahean
Bupati Simalungun kunjungi dua nagori di Raya Kahean, hadirkan pelayanan terpadu, pasar murah, dan paket ban...
Kebakaran Lahap Losmen dan 3 Rumah di Sinabang, Simeulue
Satu losmen dan tiga rumah di Sinabang, Simeulue, ludes terbakar dini hari; tak ada korban jiwa, kerugian di...
Sumut Siapkan SMK Pariwisata Boarding di Samosir, Biaya Ditanggung Pemprov
Gubernur Bobby Nasution umumkan SMK Pariwisata boarding di Samosir; lahan dan DED siap, semua biaya ditanggu...
Panitia: Harga Tiket PRSU 2026 untuk Dukung Ekonomi Kreatif
Panitia PRSU 2026 mengatakan HTM bukan sekadar akses, melainkan dukungan untuk ekonomi kreatif dan pelestari...