Pelemahan Rupiah Picu Tekanan Daya Beli, PDI Perjuangan Malang Dorong Ketahanan Pangan
MALANG — Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Dr. Tantri Bararoh, memperingatkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menekan daya beli masyarakat dan melemahkan ketahanan ekonomi kelompok rentan. Pernyataan itu disampaikan menyikapi fluktuasi nilai tukar yang terjadi belakangan, Rabu (10/6/2026).
Ancaman terhadap daya beli dan ketahanan ekonomi
Tantri mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu harus segera diantisipasi agar dampak terhadap masyarakat bawah dapat diminimalkan. Ia menilai langkah kolektif lebih efektif dibandingkan bergantung sepenuhnya pada kebijakan pemerintah.
“Kondisi saat ini dimungkinkan bisa memicu lemahnya ketahanan ekonomi masyarakat dan menurunnya daya beli. Maka, menguatkan kemanusiaan dan ketahanan pangan menjadi sangat penting sebagai langkah antisipasi,”
Penguatan koperasi dan ekonomi kerakyatan
Dalam pandangan Tantri, penguatan koperasi desa dan praktik ekonomi kerakyatan adalah respons konkret. Menurutnya, koperasi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang menegaskan prinsip kebersamaan dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.
Ia menekankan bahwa peran koperasi sejalan dengan prinsip Pancasila sebagai landasan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kecil.
Nilai Pancasila sebagai landasan sosial
Tantri juga mengaitkan solusi ekonomi dengan implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Menurutnya, kedua sila tersebut harus menjadi dasar kebijakan dan praktik sosial di tingkat lokal.
“Semangat gotong royong dan solidaritas sosial harus terus diperkuat. Di atas itu semua, kita harus memegang teguh dan mempraktikkan perikemanusiaan dengan adil dan seadil-adilnya,” tegas Tantri.
Langkah konkret dan pendidikan politik
Untuk menghadapi tekanan ekonomi, Tantri mendorong penguatan kapasitas lokal melalui beberapa langkah berikut:
- Revitalisasi peran koperasi desa sebagai pusat pemberdayaan ekonomi.
- Peningkatan ketahanan pangan berbasis produksi lokal dan distribusi yang adil.
- Pendidikan politik dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada kader dan masyarakat.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang juga melaksanakan kegiatan pendidikan politik sepanjang Bulan Bung Karno untuk memperkuat pemahaman nilai kebangsaan. Langkah ini dimaksudkan untuk membentengi masyarakat dari tekanan sosial-ekonomi sekaligus menjaga relevansi nilai-nilai kebangsaan dalam keseharian.
Lebih lanjut, Tantri menyatakan bahwa pemikiran Bung Karno tentang gotong royong dan ekonomi kerakyatan masih relevan untuk menyikapi tantangan saat ini. Ia menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
Untuk informasi terkait aktivitas partai dan program pemberdayaan lokal, lihat tautan terkait.
Berita Terkait
Novita Hardini Minta TVRI Perkuat Promosi Jelang Piala Dunia 2026
Novita Hardini mendesak TVRI memperkuat promosi dan akses siaran Piala Dunia 2026 agar dampak ekonomi dan so...
Sidak Tambang Galian C Sayutan, Operasional Dihentikan Sementara
Komisi D DPRD Magetan dan Dinas ESDM Jatim sidak tambang galian C Sayutan; hasilnya penghentian sementara da...
DPRD Ngawi Awasi Ketat SPMB 2026/2027, Buka Layanan Pengaduan
Komisi II DPRD Ngawi mengawasi SPMB 2026/2027 dengan verifikasi ketat, pemantauan sekolah, dan layanan penga...
Pemkab Bangkalan Genjot Penataan Pasar Tradisional
Pemkab Bangkalan mempercepat penataan pasar tradisional dan digitalisasi retribusi melalui kerja sama Bank J...
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso Cari Bibit Sepak Bola
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso dimulai 6 Juni 2026, diikuti 16 klub lokal untuk pembinaan dan pencaria...
Selendang Semanggi Buka Stan Permanen di Jalan Tunjungan
Selendang Semanggi buka stan permanen di Jalan Tunjungan pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat UMKM dan melestar...