Kebakaran Puskesmas Tiron, Pelayanan Dialihkan ke Pustu Banyakan
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan di Kecamatan Banyakan tetap berjalan setelah Puskesmas Tiron terbakar pada 1 Juni 2026. Seluruh layanan sementara dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Banyakan sambil menunggu rehabilitasi dan rencana relokasi lokasi puskesmas.
Evakuasi layanan dan langkah darurat
Pemindahan layanan dilakukan segera untuk menjaga akses kesehatan warga sembilan desa yang selama ini dilayani Puskesmas Tiron. Pengalihan mencakup layanan rawat jalan, ketersediaan obat, dan ruang tunggu sementara.
Untuk mengakomodasi lonjakan pasien, fasilitas di Pustu Banyakan diperkuat dengan penambahan tenda sebagai ruang tunggu. Pemerintah kabupaten juga mengirim dukungan tenaga dan obat-obatan dari puskesmas lain.
Penyebab dan kerusakan
Berdasarkan identifikasi awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada kulkas penyimpanan obat di ruang apotek. Insiden menyebabkan kerusakan signifikan pada gedung dan peralatan.
Kerugian ditaksir lebih dari Rp1 miliar akibat kerusakan bangunan dan inventaris puskesmas.
Keterangan Bupati dan rencana perbaikan
Mas Dhito meninjau lokasi kebakaran dan menegaskan prioritas menjaga kesinambungan layanan kesehatan bagi warga setempat. Ia menyebut jumlah kunjungan harian cukup tinggi sehingga perbaikan harus cepat.
"Bangunan ini kita rehab segera, per harinya pelayanan bisa mencapai 150 orang yang datang,"
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah akan melakukan rehabilitasi bangunan yang rusak. Untuk jangka panjang, mereka berencana mencari lahan baru yang lebih representatif untuk membangun kembali puskesmas.
Operasional puskesmas saat darurat
Kepala Puskesmas Tiron, drg. Yermiastuti Ratna, menyatakan semua pelayanan dialihkan ke Pustu Banyakan segera setelah kebakaran. Ketersediaan obat dan alat medis dipenuhi lewat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan puskesmas lain.
"Pelayanan tidak ada kendala, hanya di hari pertama saja karena laboratoriumnya terbatas, tapi hari kedua sudah lancar semua,"
Menurutnya, Puskesmas Tiron melayani sekitar 150 pasien per hari, sehingga penyesuaian fasilitas sementara menjadi langkah penting agar pelayanan tidak terhenti.
Langkah selanjutnya dan harapan
Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmen mempercepat pemulihan fasilitas agar pelayanan kembali optimal dalam waktu dekat. Rehabilitasi segera berjalan sambil memproses pencarian lokasi baru untuk pembangunan puskesmas yang lebih representatif.
Warga diminta tetap memanfaatkan layanan di Pustu Banyakan dan mengikuti informasi resmi dari dinas kesehatan setempat terkait perkembangan perbaikan.
Berita Terkait
DPRD Ngawi Awasi Ketat SPMB 2026/2027, Buka Layanan Pengaduan
Komisi II DPRD Ngawi mengawasi SPMB 2026/2027 dengan verifikasi ketat, pemantauan sekolah, dan layanan penga...
Pemkab Bangkalan Genjot Penataan Pasar Tradisional
Pemkab Bangkalan mempercepat penataan pasar tradisional dan digitalisasi retribusi melalui kerja sama Bank J...
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso Cari Bibit Sepak Bola
Liga Kampung Bung Karno di Bondowoso dimulai 6 Juni 2026, diikuti 16 klub lokal untuk pembinaan dan pencaria...
Selendang Semanggi Buka Stan Permanen di Jalan Tunjungan
Selendang Semanggi buka stan permanen di Jalan Tunjungan pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat UMKM dan melestar...
DPC PDI Perjuangan Madiun Ziarah TMP Peringati Bulan Bung Karno
DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar ziarah dan tabur bunga di TMP Kota Madiun pada 8 Juni 2026 dalam ra...
Sonny Ajak Warga Situbondo Jadikan Ikan Menu Utama Cegah Stunting
Sonny T. Danaparamita ajak warga Situbondo jadikan ikan menu utama untuk tingkatkan protein dan cegah stunti...