Politik

Sekretaris DPRD Soroti Kasus Penganiayaan Pelajar di Surabaya

Bagikan:
Sekretaris DPRD Surabaya memberi dukungan keluarga korban penganiayaan pelajar di rumah duka

SURABAYA — Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, meminta penguatan sinergi aparat dan pemerintah daerah setelah seorang pelajar berusia 19 tahun meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan. Peristiwa berlangsung di kawasan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes; korban ditemukan kritis pada 30 Mei dan wafat setelah perawatan intensif pada 8 Juni 2026.

Kunjungan ke rumah duka dan kronologi kejadian

Anas mengunjungi rumah duka korban, TJK alias Thomas, untuk mendengarkan langsung kesaksian keluarga dan memberi dukungan moral. Keluarga menceritakan Thomas pamit keluar untuk membeli paket data dan mencari makan pada Sabtu malam 30 Mei, kemudian ditemukan tidak sadarkan diri tak lama setelah itu.

Korban sempat mendapat perawatan dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, namun kondisi memburuk karena luka serius dan pembengkakan otak. Menurut keluarga, tim medis menyebut ada beberapa pukulan benda tumpul yang memperparah kondisinya.

Reaksi keluarga dan tuntutan keadilan

Keluarga berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi Thomas. Suasana haru terlihat saat keluarga menceritakan detik-detik terakhir sebelum korban ditemukan.

"Dia hanya pamit cari makan sebentar. Kalau saya tahu akan terjadi seperti ini, pasti saya cegah atau saya antar sendiri,"

Ucapan di atas disampaikan tante korban sambil menahan tangis. Keluarga menegaskan ingin proses hukum berjalan sampai jelas motif dan peran setiap pelaku.

Seruan penguatan keamanan publik

Anas menilai kasus ini bukan kriminal biasa karena korban adalah pelajar penerima beasiswa dengan masa depan yang terenggut. Ia menekankan negara harus hadir untuk memberi keadilan bagi keluarga korban.

"Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,"

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta agar masyarakat tidak merasa takut beraktivitas di ruang publik. Ia menyerukan prioritas pada keamanan yang meliputi patroli dan respons cepat layanan darurat.

Langkah aparat dan perkembangan penyidikan

Anas mendorong sinergi antara kepolisian, Satpol PP, perangkat wilayah, dan Command Center 112 untuk mempercepat pencegahan dan penanganan tindak kriminal. Ia meminta optimasi pemanfaatan CCTV serta peningkatan patroli dan penegakan hukum.

Polrestabes Surabaya telah mengamankan beberapa tersangka dalam kasus ini. Empat remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU ditetapkan sebagai tersangka, sementara penyidikan masih mendalami motif dan peran masing-masing.

Anas memberi apresiasi atas langkah cepat polisi dan juga menyerahkan santunan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian. Kasus ini menjadi pengingat bagi aparat dan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya perlindungan warga.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait