Lokal

IMM Sumut Gelar Pelatihan Instruktur Madya untuk Perkaderan Humanistik

Bagikan:
Peserta Pelatihan Instruktur Madya IMM Sumut di Medan mengikuti diskusi dan kajian

Medan — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar Pelatihan Instruktur Madya (PIM) pada 22–27 Juni 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya Medan. Kegiatan bertema Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik diikuti 13 peserta dari berbagai daerah.

Tujuan dan peserta pelatihan

Kegiatan lima hari ini menjadi bagian dari program prioritas IMM Sumut untuk menyiapkan instruktur yang akan mengelola proses perkaderan di tingkat cabang dan daerah. Menurut Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, peserta merupakan kader yang direkomendasikan cabang masing-masing untuk dibina sebagai calon instruktur.

Pelatihan Instruktur Madya ini merupakan perkaderan wajib di IMM. Tujuannya untuk mencetak instruktur yang nantinya bertugas mengelola dan mengembangkan perkaderan di tingkat cabang maupun daerah

Rahmat menyebut jumlah peserta sebanyak 13 orang, dengan rincian enam peserta dari Sumatera Utara dan sisanya dari provinsi lain seperti Jambi dan DKI Jakarta.

Metode dan fokus materi

Selama pelatihan, peserta mengikuti forum diskusi, kajian, dan pendalaman materi bersama sejumlah narasumber. Materi dirancang untuk menguatkan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemanusiaan, bukan pembinaan fisik semata.

Perkaderan IMM berupaya mengasah nilai religius, intelektual, serta kemampuan memanusiakan manusia. Jadi orientasinya adalah penguatan kapasitas intelektual dan karakter kader

Penyusunan materi menekankan peran instruktur sebagai fasilitator nilai dan penjaga etika dalam menyampaikan kritik serta pembentukan karakter kader.

Perkembangan organisasi di Sumatera Utara

Rahmat melaporkan perkembangan positif jumlah cabang IMM di Sumatera Utara. Pada 2024 tercatat 10 cabang, kini berkembang menjadi 13 cabang setelah pembentukan cabang baru.

  • Padang Lawas - Padang Lawas Utara
  • Nias
  • Batu Bara

Dengan 13 cabang, Rahmat mengatakan jumlah kader IMM di Sumatera Utara kini mencapai ribuan.

Tantangan dan sikap organisasi

Rahmat menilai tantangan mahasiswa semakin kompleks, terutama terkait etika dan moral dalam menyampaikan kritik terhadap persoalan kebangsaan. IMM menegaskan sikap pro-rakyat namun tetap mengedepankan cara yang santun dan beradab.

Kami tetap berpihak kepada rakyat dan kritis terhadap persoalan yang ada. Namun kritik harus disampaikan dengan cara yang santun dan beradab. Itu sejalan dengan semboyan IMM, yakni anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual

Implikasi dan langkah ke depan

Ke depan, IMM berkomitmen memperkuat kaderisasi sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah. Melalui jenjang perkaderan, organisasi berharap kader mampu berkontribusi di sektor sosial, ekonomi, dan politik dengan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan.

Rahmat menegaskan IMM adalah ruang pembelajaran dan proses bagi mahasiswa untuk melanjutkan pengabdian melalui organisasi Muhammadiyah lainnya, sehingga manfaat perjuangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait