Wakil SI Aceh: Calon Jamaah Jangan Berutang untuk Haji
BANDA ACEH, 22 Juni — Wakil Ketua Pengurus Wilayah Syarikat Islam Aceh, Abu Sayed Muhammad Husen, mengingatkan calon jamaah haji untuk tidak memaksakan keberangkatan dengan cara berutang. Ia menegaskan ibadah haji hanya boleh dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial, fisik, dan kesehatan.
Syariat menegaskan syarat kemampuan
Sayed merujuk pada ketentuan Al-Qur'an bahwa kewajiban haji berlaku bagi orang yang mampu. Ia menekankan kemampuan tersebut meliputi kesiapan fisik, keamanan, dan terutama kecukupan biaya tanpa memberatkan diri serta keluarga.
Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana (QS Ali Imran: 97).
Hadis dan peringatan tentang utang
Menurut Sayed, para ulama sepakat bahwa berutang untuk menunaikan haji bukanlah pilihan yang dianjurkan. Rasulullah saw memberi peringatan keras terkait utang yang belum dilunasi.
Ruh seorang mukmin tergantung karena utangnya hingga utang tersebut dilunasi. (HR Muslim)
Ia juga mengingatkan riwayat bahwa Rasulullah saw enggan menshalatkan jenazah yang masih memiliki utang tanpa jaminan pelunasan. Pesan itu dipakai Sayed untuk menegaskan bahwa utang bukan perkara ringan, apalagi bila digunakan untuk kepentingan ibadah yang hanya diwajibkan bagi yang mampu.
Risiko sosial dan keikhlasan ibadah
Sayed menegaskan bahwa haji bukan ajang gengsi atau prestise sosial, melainkan bentuk ketaatan yang harus dilandasi keikhlasan dan kesiapan matang. Keberangkatan tanpa kesiapan finansial berpotensi menimbulkan masalah bagi jamaah dan keluarga yang ditinggalkan.
Ibadah haji bukan ajang gengsi atau prestise sosial, melainkan bentuk ketaatan yang harus dilandasi keikhlasan dan kesiapan yang matang.
Saran praktis bagi calon jamaah
Untuk mengurangi risiko, Sayed menyarankan agar calon jamaah menyiapkan keberangkatan secara terencana dan bertahap. Berikut langkah yang disarankan:
- Rencanakan keberangkatan jauh hari dan hitung kebutuhan riil.
- Tabung secara berkala hingga dana mencukupi.
- Pastikan adanya cadangan untuk kebutuhan darurat tanpa harus berutang.
- Konsultasikan dengan keluarga agar tanggungan rumah tangga tetap aman saat berangkat.
Kemabruran haji dan proses yang sesuai
Sayed menutup dengan mengingatkan bahwa haji yang mabrur ditentukan bukan hanya oleh pelaksanaan ritual di Tanah Suci, tetapi juga oleh proses persiapan yang selaras dengan syariat. Menghindari utang dan mengutamakan kemampuan finansial merupakan bagian penting dalam upaya meraih kemabruran ibadah haji.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sarune Children Choir Raih Juara II di SICC 2026
Sarune Children Choir meraih Juara II Children Choir dan special award di SICC Samosir (24-27 Sep 2026), plu...
Kontingen Sumut Memukau di Got Talent PPSN VI Malang
Kontingen Sumatera Utara menampilkan Tari Tortor dan tari Pakpak di panggung Got Talent PPSN VI Malang, memp...
Sergai FC Menang Adu Penalti 5-4 atas Pemdes Sukasari
Sergai FC menang 5-4 lewat adu penalti atas Pemdes Sukasari FC pada laga eksebisi di Desa Sukasari, Minggu (...
Ribuan Ramaikan Tapanuli Utara Fun Run 2026, Bupati Ikut 7K
Ribuan peserta memeriahkan Tapanuli Utara Fun Run 2026 di Tarutung; Bupati Jonius ikut kategori 7K untuk men...
Telkomsel Luncurkan TEY Season 2, 51 Sekolah di Sumut-Aceh Berpeluang Dapat Beasiswa
Telkomsel gelar TEY Season 2 (25 Sep 2026–31 Mei 2027) dengan 51 sekolah di Sumut-Aceh; tiap sekolah pilih 1...
Perbaikan Jalan di Pakpak Bharat Diapresiasi, Warga Minta Rambu Pengaman
Warga Pakpak Bharat apresiasi pelebaran jalan menuju Subulussalam, namun minta rambu pengaman di tepi jurang...