IHSG Ditutup Melemah 0,25% Saat Pasar Tunggu Pengumuman MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,25 persen pada Selasa, 23 Juni 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.161,33, turun 15,35 poin, seiring kekhawatiran investor terhadap sentimen global dan menunggu rilis Annual Market Classification Review dari MSCI.
Pergerakan pasar dan data perdagangan
IHSG dibuka pada 6.096,49 dan sempat naik ke titik tertinggi intraday di 6.121,77 sebelum berbalik menurun. Sepanjang perdagangan indeks bergerak fluktuatif dan dominan di zona negatif.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 6.161,33 (-0,25%) |
| Pembukaan | 6.096,49 |
| Tertinggi intraday | 6.121,77 |
| Jumlah saham menguat | 282 |
| Jumlah saham melemah | 373 |
| Saham stagnan | 160 |
| Nilai transaksi | Rp32,39 triliun |
| Volume | 40,81 miliar lembar |
Saham yang paling banyak dijual asing
Investor asing melakukan aksi jual bersih pada hari sebelumnya dan melanjutkan tekanan pada beberapa saham blue chip. Saham yang paling banyak dijual asing tercatat sebagai berikut:
- BBRI
- TPIA
- BBNI
- TLKM
- BMRI
"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Sentimen global dan faktor teknikal
Tekanan di pasar domestik datang bersamaan dengan gejolak di pasar global. Bursa saham AS anjlok pada penutupan Senin (22 Juni 2026) akibat aksi jual pada saham teknologi berkapital besar. Sementara bursa Asia bergerak beragam setelah perkembangan negosiasi antara AS dan Iran di Swiss yang memanas.
Di sisi kebijakan moneter, People’s Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan LPR satu tahun di 3 persen dan LPR lima tahun di 3,5 persen, sesuai ekspektasi pasar.
Agenda mendatang: MSCI dan penilaian S&P
Pelaku pasar menahan transaksi menunggu hasil review MSCI yang dijadwalkan keluar pada Rabu, 24 Juni 2026. Hasil itu dinilai krusial untuk menentukan status pasar modal Indonesia sebagai emerging market atau tidak.
"Ini akan memastikan apakah pasar modal Indonesia masih masuk kategori emerging market," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Selain itu, investor juga memantau hasil review dari S&P Global Standards terkait peringkat Indonesia. Kedua pengumuman tersebut berpotensi menjadi pemicu volatilitas pada perdagangan hari-hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Turun ke 6.096,5 pada Sesi Pertama, Investor Tunggu MSCI
IHSG turun ke level 6.096,5 pada sesi pertama 23 Juni 2026, didorong aksi jual asing dan sentimen menunggu h...
Pemerintah Perkuat Penyaluran KUR Perumahan untuk Hunian Rakyat
Pemerintah memperkuat penyaluran KUR Perumahan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku...
Pemerintah Gulirkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026
Pemerintah menggulirkan paket stimulus Semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun untuk menjaga daya beli, tra...
Pemerintah Usulkan Plafon KPP Naik Jadi Rp50 Triliun pada 2026
Pemerintah mengusulkan menaikkan plafon KPP 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun menyusul realisasi R...
IHSG Diperkirakan Melemah Jelang Pengumuman MSCI
IHSG diperkirakan melemah pada 23 Juni 2026 karena tekanan pasar global dan menunggu pengumuman review MSCI...
BI Luncurkan "Cangkir Barista" untuk Sertifikasi Barista Internasional
Bank Indonesia luncurkan program "Cangkir Barista" untuk sertifikasi internasional 400 barista per tahun dan...