2.000+ Guru Ikuti Pelatihan AI dan Koding untuk Madrasah di Aceh
Lebih dari 2.000 guru madrasah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah dalam Implementasi Pembelajaran Koding dan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan PW PGMNI Provinsi Aceh pada 31 Juli-1 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom dan siaran YouTube. Kegiatan bertujuan memperkuat kemampuan guru menghadapi transformasi pendidikan digital.
Pelatihan dan peserta
Pelatihan ini diikuti guru madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan sejumlah provinsi lain di Indonesia. Pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, yang memberikan apresiasi atas inisiatif PW PGMNI Aceh.
Hadir pula Ketua Umum PB PGMNI, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, serta para kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Aceh dan jajaran pengurus wilayah organisasi.
Materi pelatihan
Hari pertama membahas Implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran. Materi disampaikan oleh Indra Mardiani, M.Pd, yang memaparkan pemanfaatan AI untuk penyusunan modul ajar, media pembelajaran, asesmen, analisis hasil belajar, dan praktik penggunaan aplikasi AI.
Hari kedua fokus pada mata pelajaran koding di madrasah. Materi Bedah Tuntas Mata Pelajaran Koding dibawakan oleh Kamarullah, S.Ag, M.Pd dari Balai Diklat Keagamaan Kemenag Aceh, dengan penekanan pada implementasi kurikulum koding dan strategi pengajaran praktis.
Tanggapan penyelenggara dan penyemangat
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi guru. Ia juga mengingatkan aspek etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat yang membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Guru madrasah harus mampu memanfaatkannya secara bijak.
Ketua Umum PW PGMNI Aceh, Ismaidar, M.Pd, menyatakan pelatihan ini bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat kapasitas guru agar madrasah lebih inovatif dan adaptif.
Kami berharap semakin banyak guru madrasah yang mampu mengintegrasikan Koding dan Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran sehingga melahirkan madrasah yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Ketua panitia, M. Khanif Asmara, S.H.I, menilai antusiasme peserta tinggi. Diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif, sehingga diharapkan hasil pelatihan dapat langsung diterapkan di madrasah masing-masing.
Peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman sehingga kami berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di madrasah masing-masing.
Implikasi dan langkah ke depan
Pelatihan ini menunjukkan dorongan kuat untuk memasukkan teknologi, khususnya AI dan koding, ke dalam praktik pembelajaran madrasah. Ke depan, implementasi membutuhkan dukungan perangkat, pelatihan lanjutan, dan kebijakan yang mendukung integrasi teknologi secara berkelanjutan.
Dengan bekal materi praktis dan dukungan organisasi, penyelenggara berharap guru madrasah lebih siap menghadapi tuntutan pembelajaran digital dan meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...