Meutya Ajak Pelajar SMK Medan Rawat Infrastruktur Digital
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna internet, tetapi juga aktif membangun dan merawat infrastruktur digital. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelatihan jaringan fiber optik bagi siswa SMK Multi Karya Medan pada Sabtu, 13 Juni, di Medan. Ajakan ini muncul karena tingginya penggunaan internet di kalangan anak muda dan kebutuhan tenaga terampil untuk menjaga konektivitas nasional.
Data penggunaan internet dan alasan keterlibatan pelajar
Menteri menyoroti fakta bahwa rata-rata anak muda di Indonesia menggunakan internet hingga delapan jam per hari. Dari sekitar 230 juta pengguna internet di Tanah Air, sekitar 60–70 persen adalah anak muda. Kondisi ini mendorong kebutuhan sumber daya manusia yang mampu tidak hanya memakai teknologi, tetapi juga mengelola infrastrukturnya.
Rata-rata anak muda di Indonesia menggunakan internet delapan jam per hari. Karena itu, anak muda jangan hanya menjadi pemanfaat internet, tetapi juga harus menjadi bagian dari yang membangun dan merawat infrastruktur digital.
Pelatihan dan bantuan perangkat
Pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital tersebut juga diwarnai penyerahan bantuan perangkat praktik jaringan fiber optik kepada SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan. Bantuan diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan teknis siswa di bidang telekomunikasi.
Peserta dan materi pelatihan
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, yakni 20 siswa dari SMK Multi Karya dan 20 siswa dari SMKN 4 Medan. Materi meliputi instalasi, penyambungan, dan pengenalan teknologi fiber optik yang berkembang pesat di Indonesia.
Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dan menjadi bagian dari proses pembelajaran serta edukasi di sekolah.
Selain pelatihan tatap muka, peserta mendapat akses pembelajaran melalui platform digital yang disediakan untuk mendukung proses belajar berkelanjutan. Pemerintah berharap pendekatan kombinasi ini membuka peluang usaha dan keterhubungan peserta dengan industri digital global.
Dampak dan harapan
Meutya menekankan bahwa siswa SMK memiliki peluang besar menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan dalam pengembangan jaringan digital nasional, khususnya di Sumatera Utara. Dengan keterampilan praktis yang diperoleh, siswa diharapkan siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang terus berkembang.
Pelatihan mendapat sambutan antusias dari peserta. Meski beberapa mengaku materi cukup menantang, mereka menyatakan memperoleh pelajaran baru yang meningkatkan semangat belajar dan kesiapan berkarier di sektor digital.
Berita Terkait
Wafat Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah (Abu Doto)
Pemerintah Aceh berduka atas wafatnya dr. Zaini Abdullah (Abu Doto) pada Sabtu (13/6) dan mengajak masyaraka...
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Abu Doto) Wafat, 86
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Abu Doto) wafat Sabtu 13 Juni di RSUZA Banda Aceh; jenazah akan dishala...
Ledakan di Kamar Mesin Fery Aceh Hebat 2 Lukai 15 Orang di Banda Aceh
Ledakan di kamar mesin Fery Aceh Hebat 2 saat sandar di Ulee Lheu Banda Aceh melukai 15 orang; semua dirawat...
Brimob Amankan Dua Pelaku Pencurian Kabel di Medan Petisah
Brimob Polda Sumut menangkap dua pelaku pencurian kabel penerangan di Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah, se...
Polres Sabang Gelar Gerakan Indonesia ASRI Sambut Bhayangkara
Polres Sabang menggelar Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Kuta Timu, Jumat 12 Juni 2026, sebagai bagian sambu...
Wabup Deliserdang Ajak Petani Milenial Kembangkan Bawang dan Cabai
Wabup Deliserdang ajak petani milenial kembangkan bawang merah dan cabai melalui pendataan, bantuan benih, d...