Ratusan Komunitas Kumpul: Waspada Kejahatan Digital di Medan
Ratusan peserta dari komunitas, pelajar, mahasiswa, dan pegiat literasi digital menghadiri kegiatan "Kumpul Komunitas: Waspada Kejahatan Digital" yang digelar di D’Hall Medan, Jalan Sakti Lubis No. 11A, Sabtu (13/6). Acara digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan daring, pencurian data, serta penyebaran informasi palsu.
Tujuan acara dan deklarasi komunitas
Selain edukasi, acara menjadi wadah komunitas menyatakan komitmen bersama. Para peserta membacakan deklarasi yang mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan memperkuat literasi digital di tengah perkembangan teknologi.
Sambutan dan pesan pemerintah
Acara dibuka dengan laporan pelaksanaan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan keynote speech yang menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas, dan masyarakat untuk menghadapi kejahatan digital.
Meutya menjelaskan bahwa salah satu tugas Komdigi adalah meningkatkan literasi digital dan menurunkan tingkat kejahatan di ranah digital. Upaya yang ditempuh meliputi pemutusan akses terhadap aktivitas ilegal serta penguatan literasi kepada komunitas agar menjadi duta yang menyosialisasikan berbagai modus kejahatan digital.
Ancaman yang dibahas
Dalam sesi diskusi, narasumber dari pemerintah, kepolisian, akademisi, dan komunitas mengurai beberapa ancaman utama. Ini meliputi penipuan daring, peredaran narkotika yang mulai memanfaatkan ranah digital untuk transaksi dan distribusi, serta maraknya perjudian online—khususnya di Sumatera Utara.
Peserta juga diberi peringatan soal penyebaran berita palsu (hoaks) dan kejahatan berbasis AI yang berpotensi mengganggu persatuan bila tidak ditangani secara serius.
Peran generasi muda dan capaian literasi
Meutya menekankan peran penting generasi muda dalam menciptakan ruang digital yang aman. Ia menyebut bahwa dari total sekitar 280 juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 230 juta pengguna internet dan sekitar 60 persen pengguna tersebut adalah anak muda. Menurutnya, perubahan membutuhkan waktu, namun setiap kegiatan sosialisasi tetap memberikan dampak positif.
Program dan penutup kegiatan
Acara dilanjutkan dengan dua sesi diskusi interaktif, tanya jawab, penyampaian deklarasi bersama oleh perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda, serta kuis dengan pembagian hadiah. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui "Kumpul Komunitas: Waspada Kejahatan Digital", penyelenggara berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital meningkat sehingga risiko menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalkan.
Berita Terkait
Wafat Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah (Abu Doto)
Pemerintah Aceh berduka atas wafatnya dr. Zaini Abdullah (Abu Doto) pada Sabtu (13/6) dan mengajak masyaraka...
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Abu Doto) Wafat, 86
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Abu Doto) wafat Sabtu 13 Juni di RSUZA Banda Aceh; jenazah akan dishala...
Ledakan di Kamar Mesin Fery Aceh Hebat 2 Lukai 15 Orang di Banda Aceh
Ledakan di kamar mesin Fery Aceh Hebat 2 saat sandar di Ulee Lheu Banda Aceh melukai 15 orang; semua dirawat...
Brimob Amankan Dua Pelaku Pencurian Kabel di Medan Petisah
Brimob Polda Sumut menangkap dua pelaku pencurian kabel penerangan di Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah, se...
Polres Sabang Gelar Gerakan Indonesia ASRI Sambut Bhayangkara
Polres Sabang menggelar Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Kuta Timu, Jumat 12 Juni 2026, sebagai bagian sambu...
Wabup Deliserdang Ajak Petani Milenial Kembangkan Bawang dan Cabai
Wabup Deliserdang ajak petani milenial kembangkan bawang merah dan cabai melalui pendataan, bantuan benih, d...