Polisi Amankan Pelaku Penggelapan Motor di Aceh Barat
BANDA ACEH — Polisi menangkap IA (40), warga Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. IA diduga menggelapkan sepeda motor Honda Vario 150 milik warga Darul Imarah dan membawa kabur kendaraan itu ke luar wilayah Banda Aceh.
Kronologi kejadian
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan laporan penggelapan diterima pada 31 Agustus 2026. Laporan tercatat dalam nomor LP/B/683/IX/2026/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh.
Menurut korban, Darmansyah (40), peristiwa bermula ketika pelaku meminjam sepeda motor pada dini hari sekitar pukul 02.15 WIB dengan alasan mengunjungi adiknya yang sakit di Patek, Kabupaten Aceh Jaya. Pelaku berjanji mengembalikan keesokan harinya sehingga korban mengizinkan peminjaman karena merasa kasihan.
"Kepada korban, terduga pelaku mengaku hendak pergi ke Patek, Kabupaten Aceh Jaya, karena adiknya sedang kurang sehat. Ia juga berjanji mengembalikan sepeda motor tersebut keesokan harinya," kata Kompol Dizha.
Permintaan uang dan penghindaran
Namun, malam harinya pelaku mengabarkan belum bisa kembali karena kondisi adiknya kritis dan meminta uang. Korban kemudian mengirim Rp300.000 melalui aplikasi dompet digital DANA sesuai permintaan pelaku.
Beberapa hari kemudian, pada 3 September 2026 sekitar pukul 13.36 WIB, korban kembali meminta motornya dikembalikan. Pelaku disebut terus menghindar sehingga korban melapor ke kepolisian. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp18 juta.
Penangkapan dan barang bukti
Penangkapan bermula ketika petugas Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mendapat informasi bahwa pelaku telah diamankan petugas Satpol PP dan WH di Kabupaten Aceh Barat. Tim segera bergerak dan melakukan pemeriksaan awal di kantor Satpol PP setempat.
"Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku mengakui membawa sepeda motor milik korban selama lebih dari dua pekan. Ia juga berencana menuju Kabupaten Simeulue," ujar Kompol Dizha.
Setelah pemeriksaan, pelaku beserta barang bukti sepeda motor dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Dampak dan proses hukum
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polresta Banda Aceh untuk penyidikan dan penetapan status hukum pelaku. Korban berharap kendaraan dapat dikembalikan dan proses hukum berjalan cepat.
Polisi mengimbau masyarakat berhati-hati saat meminjamkan kendaraan dan segera melapor jika mengalami indikasi penipuan atau penggelapan agar penanganan hukum dapat dilakukan segera.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ingin Jaya Juara Fahmil Quran Putra MTQ Aceh Besar 2026
Kafilah Kecamatan Ingin Jaya juarai Fahmil Quran Putra MTQ XXXV Aceh Besar 2026 dengan nilai 1.175, diumumka...
Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemkab Labuhanbatu mengeluarkan Perbup No.26/2026 yang mewajibkan 1 tahun pendidikan prasekolah untuk anak u...
Sat Lantas Polres Labuhanbatu Gelar Dikmas untuk Dukung Operasi Patuh Toba
Sat Lantas Polres Labuhanbatu gelar Dikmas bagi pelajar di Rantauprapat sebagai dukungan Operasi Patuh Toba...
Kapolres Dairi Turun Bagikan Helm pada Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Dairi turun langsung mengatur lalu lintas dan membagikan helm di Simpang Empat Sidikalang dalam Ope...
Polres Sibolga Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Polres Sibolga menggelar apel kesiapsiagaan pada 29 Oktober untuk memastikan personel dan sarana siap tangan...
Gema Kreasi Gelar Seminar Cegah Diabetes Sejak Dini di MAN 3 Medan
Gema Kreasi menggelar seminar 'Cegah Diabetes Sejak Dini' di MAN 3 Medan untuk edukasi kesehatan dan membuka...