PDIP Jatim Dorong Mitigasi Iklim dan Antisipasi Krisis Air Bersih
BALI, 4 Juni 2026 — Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur menyoroti ancaman global warming dan perubahan iklim dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDIP se-Indonesia di Nusa Dua, Bali. Legislator meminta pemerintah daerah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan, terutama untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat kemarau panjang dan cuaca ekstrem.
Tekanan perubahan iklim dan ancaman air bersih
Isu perubahan iklim menjadi topik utama dalam Bimtek yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center. Dewanti Rumpoko, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur dan anggota Komisi D DPRD Jatim, mengatakan dampak perubahan iklim sudah nyata dirasakan masyarakat.
"Isu global warming harus bisa diantisipasi. Karena itu seluruh daerah perlu mempersiapkan langkah-langkah menghadapi dampak perubahan iklim sejak sekarang,"
Dewanti menekankan salah satu dampak paling dirasakan adalah gangguan ketersediaan air bersih. Menurutnya, langkah preventif harus segera dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan saat kemarau berkepanjangan.
Langkah yang disarankan
Fraksi PDIP Jatim mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan. Mereka juga menyerukan penyediaan sumber air alternatif sebagai langkah antisipasi.
- Pemetaan kerentanan wilayah terhadap kekeringan
- Pengembangan sumber air alternatif
- Perencanaan pembangunan daerah berorientasi adaptasi iklim
Menurut Dewanti, respons terhadap perubahan iklim tidak cukup hanya bersifat tanggap darurat. Kebijakan daerah perlu memasukkan prinsip adaptasi dan ketahanan lingkungan dalam perencanaan jangka panjang.
Peningkatan kapasitas legislator
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menyatakan Bimtek menjadi sarana penting untuk memperkuat kapasitas anggota DPRD menghadapi isu strategis, termasuk lingkungan.
"Anggota lama maupun baru harus terus meng-upgrade diri karena perkembangan sosial, politik, dan pemerintahan berlangsung sangat dinamis. Melalui Bimtek ini, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan,"
Renny menambahkan peningkatan kapasitas diperlukan agar fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat merespons isu seperti perubahan iklim secara efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Dampak luas dan harapan ke depan
Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur menilai isu perubahan iklim berdampak pada ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan daerah. Dengan perencanaan dan langkah antisipatif yang lebih baik, daerah diharapkan mampu meminimalkan risiko dan melindungi warga dari dampak ekstrem cuaca di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Verifikasi Data SIPOL di Kantor DPC PDI Perjuangan Tuban
Bawaslu Kabupaten Tuban melakukan verifikasi data SIPOL di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban untuk memastikan...
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...