Surabaya Dorong Optimalisasi 69 Halte untuk Tambah PAD
Surabaya — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, mendorong Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengoptimalkan pemanfaatan 69 halte yang belum digunakan sebagai media iklan atau kerja sama komersial. Pernyataan itu disampaikan Sabtu, 25 Juli 2026, terkait peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan aset halte.
Dorongan untuk segera dimanfaatkan
Eri menilai pemerintah kota perlu segera menawarkan halte-halte tersebut kepada pihak swasta, baik melalui pemasangan media promosi maupun skema hak penamaan atau naming right. Menurutnya, langkah cepat dapat menambah sumber pendapatan daerah tanpa mengurangi fungsi utama halte sebagai fasilitas transportasi.
"Artinya, terdapat potensi 69 halte dimanfaatkan, nah ini harus segera dioptimalkan oleh pemerintah kota untuk meningkatkan PAD, karena dari 8 halte saja untuk kontrak beberapa tahun itu kita sudah mendapatkan lebih dari setengah miliar,"
Data dan potensi pendapatan
Saat ini Kota Surabaya memiliki 77 halte yang tersebar di berbagai titik. Namun baru delapan halte yang dimanfaatkan untuk pemasangan media promosi. Dari delapan halte tersebut, Pemkot Surabaya mencatat penerimaan PAD sebesar Rp583 juta.
Dengan perhitungan sederhana, pemanfaatan sisa 69 halte dinilai memiliki potensi meningkatkan pendapatan secara signifikan, terutama bila lokasi dengan visibilitas tinggi ditawarkan kepada investor yang tepat.
Skema naming right dan contoh lokasi
Eri menjelaskan bahwa pengelolaan halte tidak terbatas pada papan iklan atau logo perusahaan. Skema naming right juga bisa diterapkan untuk menambah nilai komersial suatu halte, terutama pada halte yang berada di kawasan strategis.
"Bahkan untuk pemberian hak nama misalnya halte Basuki Rahmat, itu kan tentu kalau di appraisal ada beda lagi nilainya jadi bukan hanya nempel di situ logonya, tapi juga dalam bentuk naming right-nya atau hak penamaannya,"
Salah satu contoh yang disebut adalah halte di kawasan Embong Kaliasin, tepat di depan Hotel Bumi Surabaya. Lokasi tersebut dinilai memiliki tingkat visibilitas tinggi sehingga berpotensi memberikan nilai ekonomi lebih besar jika dikelola optimal.
Langkah konkret yang diharapkan
Eri meminta Dinas Perhubungan bersama unit terkait menyusun langkah konkret untuk menawar dan mengelola 69 halte yang belum dimanfaatkan. Ia berharap proses penawaran ke investor dan mekanisme kontrak dapat dipercepat pada tahun berjalan.
"Ya jadi 69 halte yang belum diutilisasi ini kalau semuanya didorong tahun ini semuanya, otomatis akan meningkatkan pendapatan yang signifikan,"
Optimalisasi aset halte juga dinilai penting untuk memaksimalkan fungsi fasilitas publik yang sudah dibangun. Dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan komersial dapat memberi manfaat ekonomi bagi daerah tanpa mengganggu layanan transportasi masyarakat.
Jika direalisasikan, tambahan PAD dari pemanfaatan halte dapat mendukung pembiayaan program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Surabaya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Setda Kabupaten Kediri Kembali Difungsikan Usai Rehabilitasi
Gedung Setda Kabupaten Kediri kembali difungsikan setelah direhabilitasi pasca kebakaran Agustus 2025, dihar...
RedTalks PDI Jatim di Malang Dengarkan Aspirasi Publik
DPD PDI Perjuangan Jatim menggelar RedTalks di Malang untuk menyerap kritik, saran, dan harapan publik sebag...
Wakil DPRD Minta Pemkot Sosialisasi Aturan Parkir Persil Surabaya
Anggota DPRD Surabaya minta Pemkot sosialisasi aturan parkir persil untuk hindari penyegelan dan kebingungan...
Hasto: Kualitas Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran Serius
Hasto Kristiyanto menilai demokrasi Indonesia mengalami kemunduran serius dan menyerukan pemulihan independe...
Hasto Tegaskan Ikatan Sejarah antara PDI Perjuangan dan NU
Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan historis PDI Perjuangan dan NU sebagai modal kebangsaan, serta menyeru...
Hasto: Jaga NU dari Intervensi Politik Menjelang Muktamar 2026
Hasto Kristiyanto meminta NU dijaga dari intervensi politik menjelang Muktamar NU 2026 di Jombang agar tetap...