Pasuruan Ajukan 4 Raperda Non-APBD 2026, Ini Sorotannya
Pasuruan — Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD Tahun 2026 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (3/8/2026). Pengajuan bertujuan menyesuaikan kebijakan daerah dengan regulasi nasional sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan.
Empat Raperda yang diajukan
Keempat Raperda tersebut menyasar aspek teknis, kelembagaan, dan pengelolaan aset daerah. Raperda yang diajukan adalah:
- Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung
- Raperda tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
- Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah
- Raperda tentang Perseroan Terbatas Pasuruan Lestari Jaya
Pandangan umum fraksi
Setelah penyampaian nota pengantar, DPRD melalui pandangan umum fraksi memberikan sejumlah catatan bagi tiap Raperda. Pandangan paling rinci datang dari Fraksi PDI Perjuangan yang meminta penajaman mekanisme, sanksi, dan integrasi data.
Sorotan pada Raperda Bangunan Gedung
Fraksi meminta Raperda Penyelenggaraan Bangunan Gedung menjawab persoalan nyata di lapangan. Ada bangunan yang belum memenuhi syarat administrasi dan teknis, termasuk aspek keselamatan dan kenyamanan.
Mereka juga menyoroti pengawasan terhadap bangunan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan penggunaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang dinilai belum optimal. Fraksi meminta penjelasan mekanisme penanganan pelanggaran dan bentuk sanksi yang akan diterapkan.
Sorotan pada Raperda BUMDes
Untuk Raperda BUMDes, fraksi menilai regulasi baru harus mengatasi kelemahan sumber daya manusia, keterbatasan modal, dan tata kelola yang belum profesional. Mereka meminta kejelasan pemisahan fungsi antara pemerintahan desa dan aktivitas bisnis BUMDes agar tidak timbul tumpang tindih kewenangan.
Fraksi mendorong model bisnis BUMDes yang berbasis potensi unggulan desa dan didukung akses pembiayaan, teknologi, pemasaran, serta digitalisasi. Sinergi dengan BUMD, koperasi, UMKM, dan sektor unggulan lokal juga diharapkan diatur lebih jelas.
Pengelolaan Barang Milik Daerah
Pada Raperda perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2018, fraksi menekankan kebutuhan aturan yang lebih akuntabel dan transparan dalam pengelolaan aset daerah. Perbaikan administrasi untuk aset tanpa dokumen legalitas lengkap dianggap penting untuk memberikan kepastian hukum.
Mereka juga meminta pengaturan lebih optimal terkait pemanfaatan aset melalui sewa, pinjam pakai, kerja sama, BGS/BSG, serta mekanisme penghapusan dan pemindahtanganan aset yang sudah tidak bernilai guna.
Raperda Perseroan Terbatas Pasuruan Lestari Jaya
Fraksi meminta penjelasan dasar filosofis, yuridis, dan sosiologis pembentukan perseroan daerah tersebut. Mereka menegaskan pendirian harus berdasar studi kelayakan yang menunjukkan manfaat ekonomi daerah lebih besar ketimbang risiko penyertaan modal dari APBD.
Selain mengejar keuntungan, perseroan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, berperan sebagai offtaker dan agregator pemasaran hasil pertanian, peternakan, UMKM, dan produk unggulan Kabupaten Pasuruan.
"Fraksi juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi berbagai persoalan yang kerap dihadapi perusahaan daerah, seperti lambatnya pengambilan keputusan, tata kelola yang kurang efisien, serta potensi intervensi birokrasi." — Heru Veri Nurcahya, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Arifin, menegaskan semua masukan diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar Raperda benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat tata kelola.
"Pada prinsipnya kami mendukung apa yang dilakukan pemerintah daerah, selama itu benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah." — Arifin
Proses selanjutnya adalah pembahasan teknis bersama DPRD untuk memperjelas ketentuan, sanksi, dan mekanisme implementasi sebelum Raperda ditetapkan menjadi Perda.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Tantangan ke Arah Kesejahteraan
Ijen Geopark kembali meraih Green Card UNESCO; pengakuan harus diikuti langkah konservasi dan pemberdayaan u...
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...
Sumur Resapan Jadi Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Ketua DPRD Surabaya usulkan sumur resapan dan bozem kecil sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan pada...