Nasional

Kementerian PU Bangun Paralympic Training Center Berstandar Internasional

Bagikan:
Ilustrasi rancangan Paralympic Training Center dengan kolam renang, arena olahraga, dan asrama atlet

Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan Paralympic Training Center berstandar internasional untuk pembinaan atlet difabel. Pengumuman disampaikan Selasa, 9 Juni 2026, dengan rencana anggaran sebesar Rp421,9 miliar dan pembangunan di lahan lebih dari 80.000 meter persegi. Tujuan utamanya adalah mendukung pembinaan terstruktur agar atlet paralimpiade Indonesia berprestasi di kancah dunia.

Anggaran, lahan, dan struktur bangunan

Pusat pelatihan ini dibangun di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Total luas bangunan mencapai 34.346 meter persegi, yang mencakup gedung olahraga dan asrama.

Gedung asrama terdiri dari dua tower rumah susun setinggi empat lantai. Fasilitas hunian menyediakan 188 kamar dengan kapasitas menampung hingga 392 atlet.

Fasilitas olahraga berstandar internasional

Fasilitas yang disiapkan dirancang memenuhi standar internasional untuk berbagai cabang olahraga paralimpiade. Rincian fasilitas antara lain:

  • Kolam renang utama, kolam pemanasan, dan kolam recovery
  • Arena boccia dan arena menembak
  • Arena tenis meja dan wheelchair tenis meja
  • Bulu tangkis, angkat besi, dan blind judo
  • Lapangan sepak bola dan lintasan atletik 400 meter
  • Lintasan lompat jauh, lompat tinggi, dan area tolak peluru

Pernyataan Menteri dan tujuan pembangunan

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa inisiatif ini untuk memaksimalkan potensi atlet difabel Indonesia. Menurutnya, ketersediaan fasilitas modern menjadi kunci bagi latihan yang lebih optimal dan terarah.

Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah.

Dampak pembinaan dan rencana pengembangan

Pembangunan pusat pelatihan ini diharapkan menjawab kendala sarana yang selama ini menghambat pengembangan prestasi atlet paralimpiade. Selain meningkatkan kualitas pembinaan, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Pemerintah merencanakan pengembangan tahap kedua area tersebut, yang akan menambah gedung olahraga dan asrama untuk memperluas kapasitas pembinaan atlet ke depan.

Dengan fasilitas lengkap dan komitmen anggaran, pemerintah berharap pusat pelatihan ini menjadi wadah jangka panjang untuk melahirkan atlet paralimpiade berkelas dunia sekaligus memperkuat inklusi dalam olahraga nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait