Padangsidimpuan Perkuat Wirausaha Muda melalui Digitalisasi
Wali Kota Padangsidimpuan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Daya Saing Wirausaha Pemula yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata pada Selasa, 21 Juli 2026, di Hotel PIA. Kegiatan berlangsung 21-23 Juli 2026 dan diikuti oleh wirausaha pemula berusia 16-30 tahun. Program ini menargetkan peningkatan kemampuan manajemen, pemasaran digital, kepemimpinan, dan jaringan kerja sama antarwirausaha.
Tujuan dan fokus program
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat daya saing generasi muda dalam dunia usaha. Wali Kota Letnan Dalimunthe menekankan pentingnya kolaborasi dan digitalisasi sebagai kunci pengembangan UMKM di daerah. Program memberi penekanan pada pemanfaatan teknologi modern untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.
Materi pelatihan
Selama tiga hari, peserta mendapat materi pengelolaan keuangan, pemasaran digital dan konvensional, kepemimpinan, serta strategi membangun jaringan usaha. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung agar wirausaha pemula memperoleh keterampilan aplikatif.
Kata pimpinan daerah
“Kegiatan ini harus kita optimalkan agar menjadi wadah yang mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi tantangan digitalisasi. UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,”
Ucapan tersebut menggarisbawahi harapan pemerintah daerah agar pelatihan menghasilkan pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi dapat tumbuh di era digital.
Harapan Dinas terkait
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Padangsidimpuan, Ali Imron Harahap, menyatakan program ini bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Ia berharap minat berwirausaha meningkat, khususnya melalui pemanfaatan platform digital untuk pemasaran dan pengembangan usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami harap minat generasi muda berwirausaha kian meningkat, khususnya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan dan memasarkan usaha mereka,”
Dampak dan langkah ke depan
Pelatihan diharapkan memperkuat kapasitas peserta dalam mengelola usaha serta memperluas jejaring bisnis. Ke depan, kolaborasi antara peserta, dinas terkait, dan pelaku usaha lokal akan menjadi penentu keberlanjutan pembinaan. Pemantauan pasca-pelatihan dan program lanjutan diperlukan agar hasil pelatihan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.
Dengan fokus pada digitalisasi dan sinergi antarpelaku usaha, pemerintah daerah menargetkan terciptanya ekosistem wirausaha muda yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...