Puluhan Siswa SD Bangle 02 Ikuti Outing Class ke Jejak Bung Karno
BLITAR — Puluhan siswa SD Bangle 02 melakukan outing class sejarah pada Selasa, 2 Juni 2026, mengunjungi Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan Makam Bung Karno. Kegiatan digelar untuk mengenalkan jejak kehidupan Presiden pertama RI dan menanamkan semangat kebangsaan melalui pengalaman langsung.
Rangkaian kunjungan dan penyelenggara
Rombongan berangkat pagi hari dari halaman sekolah. Anak-anak dari kelas 1 hingga 6 naik kereta kelinci, membawa bekal dan penuh antusias bertanya tentang tujuan perjalanan.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, bersama paguyuban wali murid dan dewan guru SD Bangle 02. Tujuannya, menurut penyelenggara, adalah menghadirkan proses pembelajaran yang lebih hidup dibanding sekadar membaca buku.
Kegiatan di Istana Gebang
Perhentian pertama adalah Istana Gebang, tempat kelahiran Bung Karno. Di sana, siswa diajak berkeliling ruangan-ruangan rumah peninggalan, mendengarkan cerita masa kecil Soekarno, dan membayangkan proses tumbuhnya seorang tokoh kemerdekaan.
Suasana penuh tanya jawab; beberapa siswa mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemandu.
Perpustakaan dan Makam Bung Karno
Selanjutnya rombongan mengunjungi Perpustakaan Bung Karno. Anak-anak melihat koleksi buku, foto, dan dokumentasi yang selama ini hanya mereka lihat di buku pelajaran.
Perjalanan ditutup dengan ziarah ke Makam Bung Karno, di mana suasana menjadi lebih tenang. Para siswa berjalan beriringan memasuki kompleks makam sambil mendengarkan penjelasan tentang perjuangan dan pemikiran Bung Karno bagi bangsa Indonesia.
Respon peserta dan pendidik
Banyak siswa menyatakan pengalaman langsung itu berkesan dan menumbuhkan kebanggaan lokal. Salah satu siswa, Raka dari kelas 5, mengatakan:
“Biasanya saya hanya melihat foto Bung Karno di buku. Hari ini saya bisa melihat rumah dan makamnya. Saya jadi lebih tahu perjuangan beliau dan bangga karena Bung Karno dari Blitar.”
Sementara itu Nabila, siswi kelas 4, menilai belajar di luar kelas lebih menyenangkan dan memotivasi.
“Seru sekali karena bisa jalan-jalan sambil belajar. Saya jadi tahu banyak cerita tentang Bung Karno dan ingin lebih rajin belajar,”
Makna dan tindak lanjut
Fatatoh menegaskan bahwa sejarah perlu disentuh, dilihat, dan dirasakan agar melekat dalam ingatan generasi muda. Ia berharap kunjungan seperti ini menjadi bagian berkelanjutan dari pendidikan lokal.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan sejarah sejak dini. Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita untuk meneruskan pengetahuan tentang perjuangan beliau,”
Outing class ini tidak hanya memberi pengalaman sehari, tetapi juga membuka pintu bagi pemahaman baru tentang identitas dan tanggung jawab kebangsaan. Dengan demikian, proses pembelajaran sejarah menjadi sarana menyiapkan masa depan bangsa melalui penanaman nilai sejak usia dini.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Jatim Tanam Ribuan Pohon di Lumajang 12 Juni
DPD PDI Perjuangan Jatim akan menanam ribuan pohon sukun dan lainya di Lumajang pada 12 Juni 2026 sebagai ba...
Erma Susanti: Pancasila Jadi Penuntun Kebijakan Kader PDI Tulungagung
Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung Erma Susanti menegaskan Pancasila harus jadi penuntun kebijakan kader d...
Rombong Kontainer untuk Mbah Mari di Kediri Jadi Harapan Baru
Mbah Mari (61) di Desa Manggis, Kediri menerima rombong kontainer 2 Juni 2026 untuk berjualan es teh dan kop...
PDI Jatim Gerakkan Tanam Pohon Sukun untuk Kedaulatan Pangan
PDI Perjuangan Jawa Timur menginstruksikan kader menanam pohon sukun serentak pada 1 Juni 2026 untuk menduku...
KNPI Sumenep Gelar Penghormatan dan Doa Bersama untuk Bung Karno
Bupati Sumenep apresiasi KNPI yang menggelar penghormatan dan doa bersama untuk Bung Karno, 2 Juni 2026, di...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Donor Darah Rutin Setiap Juni dan Agustus
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar donor darah rutin setiap Juni dan Agustus untuk mempraktikkan Panca...