DPRD Dukung Ongkos Gratis Pelajar Medan dan Usulkan Pakai 72 Bus Listrik
Medan — Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hj Sri Rezeki mendukung wacana pemberlakuan ongkos gratis bagi pelajar di Kota Medan. Ia meminta Pemerintah Kota melalui OPD terkait segera merumuskan regulasi agar program itu bisa direalisasikan, Rabu (9/9).
Alasan dukungan dan sasaran
Sri Rezeki mengatakan program itu penting untuk meringankan beban keluarga prasejahtera, khususnya di wilayah Medan Utara. Ia menyebut praktik serupa sudah diterapkan di beberapa kota lain sehingga layak dipertimbangkan.
"Pada dasarnya saya mendukung usulan ongkos gratis bagi pelajar di Medan. Apalagi sasarannya pelajar dari keluarga prasejahtera, terkhusus wilayah Medan Utara,"
Ia mendorong agar pembahasan dilakukan lintas komisi dan melibatkan sejumlah OPD serta stakeholder transportasi agar regulasi yang disusun matang dan memiliki dasar hukum jelas.
Pembahasan lintas OPD dan alat kelengkapan dewan
Sri Rezeki menganjurkan DPRD membahas usulan ini bersama dinas terkait. Tujuannya untuk menjamin penggunaan anggaran tepat sasaran ketika subsidi dialokasikan dari APBD.
OPD dan pihak yang disarankan dilibatkan antara lain:
- Dinas Perhubungan
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Bagian Hukum
- Bappeda
- Stakeholder transportasi seperti Organda
Usulan pemanfaatan bus listrik sebagai langkah awal
Komisi II DPRD Medan sebelumnya mendorong Dinas Pendidikan agar berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menggratiskan ongkos pelajar yang menggunakan angkutan umum. Anggota Komisi II, Afif Abdillah, mengusulkan pemanfaatan 72 unit bus listrik yang saat ini beroperasi di Kota Medan sebagai langkah awal.
"Terutama trayek bus listrik ke Belawan daerah Medan Utara. Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar, karena mayoritas warga di sana adalah prasejahtera,"
Afif menilai usulan itu beralasan karena operasional bus listrik mendapat subsidi dari APBD sekitar Rp91 miliar per tahun, sementara banyak bus sering beroperasi dengan penumpang sedikit.
"Kenapa ini tidak dimanfaatkan. Sementara bus listrik beroperasi selalu kosong penumpang tidak diminati warga,"
Tanggapan dinas pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
"Usulan yang bagus, ini akan kami koordinasikan kepada Dinas Perhubungan Medan,"
Langkah selanjutnya
Kebutuhan regulasi yang jelas dan pembahasan lintas komisi menjadi fokus agar subsidi APBD untuk jasa angkutan tepat sasaran. Jika dijalankan, program ini bisa langsung menyasar pelajar prasejahtera, terutama di kawasan Medan Utara. DPRD dan OPD terkait kini diharapkan segera merumuskan mekanisme pelaksanaan dan basis hukum agar pelaksanaan subsidi bisa terukur dan akuntabel.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bimtek SIKS-NG: 604 Operator Gampong Aceh Besar Disiapkan Kelola DTSEN
Dinas Sosial Aceh Besar rampungkan Bimtek DTSEN bagi 604 operator SIKS-NG untuk memperkuat pemutakhiran data...
DPR Setujui RUU Perubahan Pemerintahan Aceh, Pemprov Harap Kepastian Otsus
Pemerintah Aceh mengapresiasi DPR RI yang menyetujui RUU perubahan UU Pemerintahan Aceh menjadi usul inisiat...
PT KINRA Dukung Evyap, Santunan Rp3,22 Miliar Usai Kebakaran
PT KINRA menyatakan dukungan kepada PT Evyap pasca kebakaran 3 September 2026 dan memastikan santunan total...
Atlet Renang Asahan Raih 22 Medali, Audiensi dengan Bupati 8 September
Bupati Asahan audiensi dengan atlet renang yang meraih 22 medali di Piala Kemerdekaan 2026; dua atlet akan w...
Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Silau Malaha Terpaksa Beralih
Saluran irigasi di Silau Malaha rusak puluhan tahun sehingga petani tak bisa menanam padi dan beralih ke pal...
MTMD Serbajadi Perkuat Ukhuwah dan Ekonomi Lewat Bazar Murah
MTMD Serbajadi gelar pengajian, santunan, bazar pasar murah, dan layanan kesehatan gratis; Bupati dorong per...