Gubernur Sumut Tinjau Lokasi Banjir Pintu Tol Bandar Selamat
Medan — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (8/9). Kunjungan itu bertujuan mendorong percepatan penanganan banjir dengan melibatkan Pemko Medan, Kementerian PUPR melalui BBPJN Sumut, dan instansi terkait.
Peninjauan dan dukungan gubernur
Dalam kunjungan tersebut, Bobby didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, serta sejumlah pihak terkait. Kunjungan ini menjadi bukti dukungan pemerintah provinsi terhadap keluhan warga setempat.
Zulkarnaen menyatakan peninjauan itu memperkuat upaya penyelesaian masalah banjir yang sudah berlangsung lama. Ia menyebutkan bahwa Gubernur meminta kolaborasi antarlembaga untuk segera menangani titik rawan banjir tersebut.
“Kemarin Pak Gubernur bersedia meninjau langsung lokasi banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat. Alhamdulilah, upaya yang kita perjuangkan selama ini dalam mengatasi masalah banjir di Jalan Letda Sudjono mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara,”
Rencana kolam retensi dan drainase
Zulkarnaen menjelaskan salah satu solusi utama adalah pembangunan kolam retensi untuk menampung debit air dari kawasan depan pintu tol. Ia menyebut pembangunan kolam retensi akan dipadukan dengan pembangunan drainase sepanjang 1,7 km dari Jalan Letda Sudjono menuju lokasi kolam.
Menurutnya, pembangunan fisik direncanakan mulai awal 2027, setelah proses pembebasan lahan selesai. Tahapan itu diharapkan menurunkan frekuensi genangan dan meningkatkan aliran air ke titik penampungan.
Pembebasan lahan dan anggaran
Meski anggaran telah disiapkan dalam R-APBD tahun ini, proses pembebasan lahan belum terwujud. Zulkarnaen mengkritik lambatnya progres, padahal dorongan untuk menuntaskan masalah ini sudah dilakukan sejak awal 2025.
Setelah peninjauan gubernur, Pemko Medan memastikan pembebasan lahan akan dilakukan pada tahun ini. Selanjutnya, pembangunan fisik kolam retensi menunggu penyelesaian administrasi dan koordinasi teknis antarinstansi.
Dampak banjir dan tindak lanjut
Permasalahan banjir di lokasi itu sudah lama meresahkan warga. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, genangan air juga disebut berpotensi memicu kerawanan kriminalitas bagi pengguna jalan.
Untuk pelaksanaan teknis, Zulkarnaen memaparkan pembagian tugas. Pemko Medan melalui Dinas Perkim diminta segera melakukan pembebasan lahan. Selanjutnya, Dinas SDABMBK ditugaskan membangun kolam retensi. Pekerjaan drainase akan dilaksanakan bersama, dengan sebagian besar pekerjaan oleh BBPJN dan sebagian oleh Pemko Medan.
Dengan penegasan dukungan dari Gubernur Sumut, semua pihak diharapkan mempercepat proses administrasi dan konstruksi agar solusi permanen bisa terealisasi sesuai target.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Berkas Ledakan Rumah Grand Polonia Masih P-19, Kejari Minta Lengkapi
Kejari Medan mengembalikan berkas ledakan rumah Grand Polonia ke penyidik karena masih berstatus P-19 dan bu...
Polda Sumut Bongkar Penyelewengan BBM Bersubsidi, SPBU Disegel
Polda Sumut mengungkap lima kasus penyelewengan BBM subsidi 20-25 Okt 2026, enam tersangka ditangkap dan SPB...
BMKG: Gelombang 1,25–2,5 m di Perairan Sumut 27–29 Okt
BMKG peringatkan gelombang 1,25–2,5 m di perairan Sumatera Utara pada 27–29 Okt 2026; nelayan dan kapal dimi...
Dies Natalis ke-8 STKIP Padanglawas Perkuat Sinergi Pendidikan
STKIP Padanglawas merayakan Dies Natalis ke-8 (25/10) untuk perkuat sinergi pendidikan, dengan senam sehat,...
Polda Sumut Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online
Polda Sumut menangkap dua tersangka pembunuhan dan perampokan sopir taksi online; pelaku dilumpuhkan setelah...
Gerindra: Penanggulangan Kemiskinan Medan harus Lebih dari Bansos
Fraksi Gerindra DPRD Medan minta penanggulangan kemiskinan tak hanya lewat bansos, tapi melalui pemberdayaan...